Kena Sanksi, Rusia Justru Raup Cuan Dobel dari Ekspor Gas ke UE
Selasa, 20 September 2022 - 09:13 WIB
loading...
Meski ekspor gasnya ke Uni Eropa menyusut, perusahaan gas Rusia Gazprom justru meraup keuntungan berlipat ganda. Foto/Reuters/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sanksi Barat yang ditujukan untuk merusak industri gas Rusia justri memiliki efek sebaliknya. Berkat meroketnya harga energi, raksasa gas dari Rusia, Gazprom, justru memperoleh keuntungan dobel dibanding tahun sebelumnya.
Sementara, akibat sanksi, gas yang dipasok Rusia ke Eropa turun tajam. Oliver Hortay, Kepala Penelitian Kebijakan Energi dan Iklim di sebuah lembaga think tank Hungaria menyebutkan, Gazprom mengirimkan gas 43% lebih sedikit ke Eropa tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal Pipa Nord Stream 1, Saluran Utama Gas Rusia ke Eropa
"Karena harga rata-rata naik tiga kali lipat, pendapatan ekspor perusahaan (Gazprom) dari Eropa akan meningkat dari USD53 miliar menjadi USD100 miliar," tulisnya di halaman Facebook-nya pekan lalu.
Postingan tersebut menggemakan laporan baru-baru ini di Financial Times, yang mengatakan bahwa harga gas yang lebih tinggi justru membantu keseimbangan Gazprom yang terpaksa menurunkan pengiriman gasnya ke UE. Menurut surat kabar tersebut, perusahaan energi utama saat ini memasok sekitar 84 juta meter kubik gas ke pelanggan Eropa melalui Ukraina dan Turki per hari, jauh dibandingkan dengan rata-rata tahun lalu yang mencapai 480 juta meter kubik.
Sementara, akibat sanksi, gas yang dipasok Rusia ke Eropa turun tajam. Oliver Hortay, Kepala Penelitian Kebijakan Energi dan Iklim di sebuah lembaga think tank Hungaria menyebutkan, Gazprom mengirimkan gas 43% lebih sedikit ke Eropa tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal Pipa Nord Stream 1, Saluran Utama Gas Rusia ke Eropa
"Karena harga rata-rata naik tiga kali lipat, pendapatan ekspor perusahaan (Gazprom) dari Eropa akan meningkat dari USD53 miliar menjadi USD100 miliar," tulisnya di halaman Facebook-nya pekan lalu.
Postingan tersebut menggemakan laporan baru-baru ini di Financial Times, yang mengatakan bahwa harga gas yang lebih tinggi justru membantu keseimbangan Gazprom yang terpaksa menurunkan pengiriman gasnya ke UE. Menurut surat kabar tersebut, perusahaan energi utama saat ini memasok sekitar 84 juta meter kubik gas ke pelanggan Eropa melalui Ukraina dan Turki per hari, jauh dibandingkan dengan rata-rata tahun lalu yang mencapai 480 juta meter kubik.
Lihat Juga :