Mengenal Pipa Nord Stream 1, Saluran Utama Gas Rusia ke Eropa
Senin, 12 September 2022 - 14:32 WIB
loading...
Pipa gas Nord Stream 1 menjadi saluran utama pasokan gas dari Rusia ke Eropa. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Nord Stream Gas Pipeline 1 alias jaringan pipa gas Nord Stream 1 belakangan ini menjadi perhatian internasional. Pasalnya, jaringan pipa yang merupakan urat nadi utama pasokan gas dari Rusia ke Eropa itu kini berhenti beroperasi dan menyebabkan krisis gas di Benua Biru tersebut.
Nord Stream 1 merupakan sistem jaringan pipa gas alam lepas pantai yang membentang di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman. Pipa Nord Stream 1 membentang 745 mil ataiu sekira 1.200 km di bawah Laut Baltik dari pantai Rusia dekat St Petersburg ke timur laut Jerman.
Baca Juga: Ngeri, Rusia Matikan Aliran Gas Nord Stream I ke Eropa Tanpa Batas Waktu
Sejarah pipa ini dimulai pada tahun 1997 ketika perusahaan gas milik negara Rusia, Gazprom, dan perusahaan minyak Finlandia Neste membentuk perusahaan patungan Transgas Oy Utara untuk pembangunan dan pengoperasian pipa gas dari Rusia ke Jerman Utara melintasi Laut Baltik.
Transgas Utara bekerja sama dengan perusahaan gas Jerman Ruhrgas yang kemudian menjadi bagian dari E.ON, dan dipecah menjadi E.ON dan Uniper. Sebuah Survei rute dilakukan di zona ekonomi eksklusif Finlandia, Swedia, Denmark, dan Jerman untuk melakukan studi kelayakan pipa.
Nord Stream 1 merupakan sistem jaringan pipa gas alam lepas pantai yang membentang di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman. Pipa Nord Stream 1 membentang 745 mil ataiu sekira 1.200 km di bawah Laut Baltik dari pantai Rusia dekat St Petersburg ke timur laut Jerman.
Baca Juga: Ngeri, Rusia Matikan Aliran Gas Nord Stream I ke Eropa Tanpa Batas Waktu
Sejarah pipa ini dimulai pada tahun 1997 ketika perusahaan gas milik negara Rusia, Gazprom, dan perusahaan minyak Finlandia Neste membentuk perusahaan patungan Transgas Oy Utara untuk pembangunan dan pengoperasian pipa gas dari Rusia ke Jerman Utara melintasi Laut Baltik.
Transgas Utara bekerja sama dengan perusahaan gas Jerman Ruhrgas yang kemudian menjadi bagian dari E.ON, dan dipecah menjadi E.ON dan Uniper. Sebuah Survei rute dilakukan di zona ekonomi eksklusif Finlandia, Swedia, Denmark, dan Jerman untuk melakukan studi kelayakan pipa.
Lihat Juga :