Pastikan Listrik 450 VA Tak Dihapus, Erick Thohir: Ada Ibu-ibu yang Butuh Buat Jualan Nasi Uduk

Rabu, 21 September 2022 - 11:01 WIB
loading...
Pastikan Listrik 450 VA Tak Dihapus, Erick Thohir: Ada Ibu-ibu yang Butuh Buat Jualan Nasi Uduk
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok MPI/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan pemerintah tidak akan menghapus listrik pelanggan daya 450 VA. Pasalnya, golongan listrik tersebut merupakan subsidi listrik yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Melalui akun media sosial Twitter, Erick menjelaskan bahwa daya 450 VA merupakan dukungan pemerintah bagi masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah. Dia bilang, ada Ibu-ibu yang membutuhkan daya 450 VA untuk berjualan nasi uduk.

"Saya memastikan daya listrik 450 VA tidak dihapus, demi melayani yang kurang mampu. Ada Ibu-ibu yang butuh listrik untuk berjualan nasi uduk. Ada bapak-bapak pengrajin tahu tempe," ujarnya, Selasa (21/9/3022).

Baca juga: Pastikan Daya Listrik 450 VA Tak Dihapus, Jokowi: Jangan Sampai yang di Bawah Resah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga telah menegaskan bahwa daya listrik 450 VA masih ada dan akan tetap diberikan kepada masyarakat.

Kepala Negara memastikan tidak ada penghapusan daya listrik 450 VA. Tidak ada pembicaraan mengenai penghapusan daya tersebut. Sebaliknya, pemerintah akan tetap memberikan subsidi listrik.

"Ya, saya sampaikan tidak ada. subsidinya untuk yang 450 VA tetap dan tidak ada penghapusan 450 VA, tidak ada perubahan dari 450 VA ke 900 VA, enggak ada," kata Jokowi.

Baca juga: Adu Hemat Motor Listrik dengan Motor Bensin, Irit Mana?

Sebelumnya, Ketua Banggar DPR Said Abdullah mencatat daya listrik 450 VA perlu dihapus untuk penyesuaian dengan tingkat kebutuhan yang semakin lama semakin meningkat.

Sebagai gantinya, kelompok rumah tangga miskin akan dialihkan secara bertahap menggunakan daya listrik 900 VA. Meski demikian, usulan tersebut belum direalisasikan dalam waktu dekat ini.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1493 seconds (11.210#12.26)