GOTO di Jalur Pertumbuhan Pendapatan Berkelanjutan
Senin, 26 September 2022 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Macquarie sendiri menilai GOTO saat ini berada pada posisi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dari digitalisasi yang berkelanjutan. ”Kami menyukai fokus utama GOTO di pasar digital Indonesia yang besar dan model bisnis terintegrasinya. Ini adalah satu-satunya penyedia layanan On-Demand Services (ODS), e-Commerce, dan Fintech (Teknologi Keuangan) yang terintegrasi di Indonesia.”
Rating Outperform ini mungkin segera berubah menjadi lebih positif ketika GOTO terus membuktikan kesanggupannya melipatgandakan pendapatan, mampu mengeksekusi pertumbuhan, dan melakukan efisiensi biaya.
Baca Juga: Setelah Masuk Radar Uma BEI, Saham GOTO Menguat 11,34%
Hal tersebut memungkinkan diraih mengingat keunggulan GOTO sebagai satu-satunya penyedia layanan dan pemimpin pasar di masing-masing segmen baik On-demand, e-Commerce, maupun Fintech di Indonesia. Ekosistem bisnisnya melayani duapertiga dari total pengeluaran rumah tangga di Indonesia.
Di segmen On-demand, Gojek merupakan pemimpin pasar baik untuk layanan mobilitas manusia, Online Food Delivery, dan juga logistik. Segmen on-demand GOTO di Indonesia sudah mencapai margin kontribusi positif di Februari dan Maret 2022.
Adapun regulasi terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menaikkan tarif ojol, Macquarie melihat dampaknya netral karena terdapat dampak positif dan negatif secara bersamaan. ”Secara keseluruhan, kami melihat bahwa peraturan tarif baru ini memiliki kemungkinan untuk meningkatkan pendapatan pengemudi dan perusahaan dari sisi harga, tetapi volume transaksi akan terpengaruh,” terangnya.
Pada kuartal kedua tahun 2022, Gross Transaction Value (GTV) segmen bisnis layanan On-demand GOTO naik 30% Year on Year (YoY) dan revenue meningkat 41% YoY.
Sementara itu, dari segmen e-Commerce, GOTO melalui Tokopedia juga merupakan market leader di Indonesia. Platform ini merupakan e-Commerce yang paling sering dikunjungi dengan total traffic bulanan mencapai 150 juta visit.
Rating Outperform ini mungkin segera berubah menjadi lebih positif ketika GOTO terus membuktikan kesanggupannya melipatgandakan pendapatan, mampu mengeksekusi pertumbuhan, dan melakukan efisiensi biaya.
Baca Juga: Setelah Masuk Radar Uma BEI, Saham GOTO Menguat 11,34%
Hal tersebut memungkinkan diraih mengingat keunggulan GOTO sebagai satu-satunya penyedia layanan dan pemimpin pasar di masing-masing segmen baik On-demand, e-Commerce, maupun Fintech di Indonesia. Ekosistem bisnisnya melayani duapertiga dari total pengeluaran rumah tangga di Indonesia.
Di segmen On-demand, Gojek merupakan pemimpin pasar baik untuk layanan mobilitas manusia, Online Food Delivery, dan juga logistik. Segmen on-demand GOTO di Indonesia sudah mencapai margin kontribusi positif di Februari dan Maret 2022.
Adapun regulasi terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menaikkan tarif ojol, Macquarie melihat dampaknya netral karena terdapat dampak positif dan negatif secara bersamaan. ”Secara keseluruhan, kami melihat bahwa peraturan tarif baru ini memiliki kemungkinan untuk meningkatkan pendapatan pengemudi dan perusahaan dari sisi harga, tetapi volume transaksi akan terpengaruh,” terangnya.
Pada kuartal kedua tahun 2022, Gross Transaction Value (GTV) segmen bisnis layanan On-demand GOTO naik 30% Year on Year (YoY) dan revenue meningkat 41% YoY.
Sementara itu, dari segmen e-Commerce, GOTO melalui Tokopedia juga merupakan market leader di Indonesia. Platform ini merupakan e-Commerce yang paling sering dikunjungi dengan total traffic bulanan mencapai 150 juta visit.
Lihat Juga :