Ini Strategi LPKR Terapkan Keberlanjutan Pengelolaan Energi dan Air

Selasa, 27 September 2022 - 11:24 WIB
loading...
Ini Strategi LPKR Terapkan Keberlanjutan Pengelolaan Energi dan Air
PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) fokus menerapkan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satunya dalam pengelolaan energi dan sumber daya air di sejumlah aset yang dikelola.
A A A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk . (LPKR), perusahaan real estate danlayanan kesehatan terkemuka di Indonesia, fokus menerapkan praktikEnvironmental, Social, and Governance (ESG). Salah satunya dalam pengelolaan energi dansumber daya air di sejumlah aset yang dikelola.

CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman nyata bagisemua, terutama bagi bisnis properti dengan aset fisik dan operasional di Indonesia yang rawanrisiko dari perubahan iklim.

“Oleh karena itu, kami menyadari pentingnya peran kami dalammempercepat transisi global menuju lingkungan yang rendah karbon, seperti pengelolaan energi,”jelas John Riady dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/9/2022).

(Baca juga:Energi Bersih Kian Dilirik)

LPKR mengurangi penggunaan energi melalui berbagai inisiatif, seperti pemeliharaan danpeningkatan rutin sistem bangunan lama, optimalisasi sistem pendingin ruangan, danmenggunakan lampu LED yang lebih hemat energi dan tahan lama.

Di Lippo Village, sistempemantauan cuaca dan tingkat ketinggian air telah menggunakan tenaga surya. “LPKR sedangmenjajaki penggunaan tenaga surya berskala besar, agar kami dapat mengurangi sebagiankonsumsi listrik dan mendukung adopsi energi bersih di Indonesia,” tegas John.

Inisiatif pengelolaan energi juga tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi jumlah emisi GasRumah Kaca (GRK), akan tetapi berhasil menghasilkan penghematan pengeluaran biaya energisecara signifikan dan mengurangi biaya operasional.

(Baca juga:Energi Bersih Jadi Pokok Bahasan di G20)

Sebagai contoh, Aryaduta memiliki KomitePenghematan Energi khusus di setiap hotel. Hal ini membantu Aryaduta dalam mencapai targetnyayaitu jumlah biaya penggunaan energi yang kurang dari 10% total pendapatannya.

“Selama bertahun-tahun, LPKR telah melakukan investasi yangsignifikan untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mendaur ulang air hujan dan air limbahuntuk menambah sumber air dan mengurangi pengambilan air kami,” kata John Riady.

LPKR telah membangunbeberapa kolam retensi untuk mengumpulkan air hujan dan air limpasan, yang selanjutnya diolahuntuk digunakan kembali. Selain itu, LPKR juga mengolah air limbah untuk digunakan kembalipada kegiatan operasional, seperti irigasi, pembersihan saluran air, menara pendingin, dan toiletflushing.

“Di Lippo Village, semua kebutuhan operasional seperti irigasi dan pembersihan saluranair telah menggunakan air limbah yang diolah,” katanya.
(dar)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1810 seconds (11.210#12.26)