Global Forum AMM G20, Mentan SYL Ajak Dunia Bersatu Atasi Krisis Pangan

Rabu, 28 September 2022 - 10:20 WIB
loading...
Global Forum AMM G20, Mentan SYL Ajak Dunia Bersatu Atasi Krisis Pangan
Saat Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, Mentan RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak semua negara untuk membangun semangat bekerja sama, terutama dalam menghadapi krisis pangan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian atau Mentan RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak semua negara untuk membangun semangat bekerja sama. Sesuai dengan tema besar G20 Presidensi Indonesia, yaitu “recovery together recovery stronger”.

“Kita tidak lagi bicara atas nama bangsa sendiri, tapi harus bicara atas nama bangsa-bangsa G20. Mari kita bicarakan hal-hal yang bisa mempersatukan. Semua perbedaan semestinya bisa kita satukan dalam waktu singkat,” ujar Mentan dalam Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, dikutip Rabu (28/9/2022).

Baca Juga: FAO: Suka Tidak Suka, Sistem Digital Jadi Masa Depan Pertanian Dunia

SYL pun mengungkapkan Indonesia siap bekerja sama dengan negara-negara lain, terutama dalam menghadapi krisis pangan .

“Indonesia membutuhkan negara lain. Dan negara Bapak dan ibu juga membutuhkan kami. Forum AMM bisa menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menghilangkan barrier dalam menjaga rantai pasok dunia,” sebutnya.

Dalam AMM G20 Indonesia yang mengangkat tema “Transformasi Pertanian Digital dalam Percepatan Kewirausahaan Perempuan dan Pemuda”, Menteri Pertanian RI SYL juga mengajak dunia mengimplementasikan teknologi digital dalam sektor pertanian.

Teknologi dan digitalisasi menjadi jawaban untuk kemajuan sektor pertanian dunia. Indonesia sendiri saat ini mengusung pertanian maju mandiri modern. Karena itu, pada pertemuan global forum ini kita bisa berbagi perspektif tentang upaya kita meningkatkan kapasitas anak muda dan perempuan dalam mengimplementasikan pertanian digital,” ungkap SYL.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Akan Lama, Jokowi Soroti Krisis Pangan, Energi hingga Keuangan

Menurut SYL, para wirausaha muda ini dapat menjadi pengusaha inovatif melalui perannya sebagai produsen, distributor, pemasar, dan penjual dengan menggunakan teknologi dan model bisnis yang inovatif.

“Pada era Industri 4.0 saat ini, kegiatan pertanian tidak lagi mengandalkan tenaga kerja manual tetapi menggabungkan mekanisasi dengan teknologi digital yang dapat mengkondisikan usaha budi daya pertanian menjadi lebih presisi,” jelasnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1384 seconds (11.210#12.26)