ASEAN Catatkan Sejarah dalam Pemodelan Kerja Sektor Energi
Rabu, 28 September 2022 - 20:25 WIB
loading...
Sektor energi di ASEAN terus berkembang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - ASEAN Centre for Energy (ACE) meluncurkan laporan prospek energi ASEAN edisi ke-7 (The 7th ASEAN Energy Outlook/AEO7) pada 40th ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM). Publikasi ini berfungsi untuk mendukung realisasi ASEAN Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) melalui empat jalur berbeda hingga tahun 2050 untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Baca juga: Ada ASEAN Chairmanship di 2023, Sri Mulyani Usul Anggaran Rp45,224 Triliun ke DPR
Dr. Nuki Agya Utama, Direktur Eksekutif ACE, mengatakan bahwa AEO7 menandakan prospek energi pertama di ASEAN ketika kepemimpinan dipegang penuh oleh ASEAN, dalam pengumpulan data, pemodelan, penulisan, dan diseminasi.
Dia menuturkan, laporan prospek energi ini dikembangkan oleh ACE yang bekerja sama dengan pakar nasional dari negara anggota ASEAN dan dipandu oleh jaringan sub-sektor kebijakan dan perencanaan energi regional ASEAN (REPP-SSN).
Dukungan juga diberikan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH melalui Program Energi ASEAN-Jerman (AGEP), Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI), dan ASEAN Climate Change and Energy Project (ACCEPT).
Baca juga: Ada ASEAN Chairmanship di 2023, Sri Mulyani Usul Anggaran Rp45,224 Triliun ke DPR
Dr. Nuki Agya Utama, Direktur Eksekutif ACE, mengatakan bahwa AEO7 menandakan prospek energi pertama di ASEAN ketika kepemimpinan dipegang penuh oleh ASEAN, dalam pengumpulan data, pemodelan, penulisan, dan diseminasi.
Dia menuturkan, laporan prospek energi ini dikembangkan oleh ACE yang bekerja sama dengan pakar nasional dari negara anggota ASEAN dan dipandu oleh jaringan sub-sektor kebijakan dan perencanaan energi regional ASEAN (REPP-SSN).
Dukungan juga diberikan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH melalui Program Energi ASEAN-Jerman (AGEP), Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI), dan ASEAN Climate Change and Energy Project (ACCEPT).
Lihat Juga :