Permintaan Energi di ASEAN Akan Meningkat 3 Kali Lipat di 2050
Rabu, 28 September 2022 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan, upaya ASEAN saat ini menunjukan bahwa pangsa Energi Baru dan Terbarukan (EBT) akan mengungguli target kapasitas terpasang sebesar 2,9% pada tahun 2025. Sebaliknya,bagian EBT dalam total pasokan energi akan berkurang sebesar 5,5% dan pengurangan intensitas energi berkurang sebesar 2,8%.
"Skenario LCO menyoroti upaya alternatif diatas tahun 2025 yang hemat biaya, dimana sistem pembangkit listrik dapat menelan biaya 174,7 miliar USD lebih rendah dari skenario target regional tahun 2021-2050
hal itu tak lain ialah untuk mengamankan wilayah yang dianggap sebagai jaringan listrik ASEAN dan sistem penyimpanan baterai dan energi," tuturnya.
Selain itu, penerapan EBT yang kuat dalam skenario, kata dia, kebijakan regional akan menghasilkan emisi sebesar 4,3 tCO2e/kapita (25% lebih rendah dari baseline), 5,5 juta pekerjaan pada tahun 2050, dan 8,8 juta hektar lahan yang dibutuhkan untuk biofuel.
Baca Juga: ASEAN Catatkan Sejarah dalam Pemodelan Kerja Sektor Energi
Studi tersebut mengeksplorasi berbagai bab tematik lewat penilaian upaya ketahanan energi seperti eksplorasi teknologi untuk integrasi jaringan, memanfaatkan bahan bakar fosil selama masa transisi, meningkatkan efisiensi industri, meningkatkan transisi energi terbarukan, membiayai transisi energi, dan mengelola keselamatan dan stigma sosial terhadap tenaga nuklir.
"Skenario LCO menyoroti upaya alternatif diatas tahun 2025 yang hemat biaya, dimana sistem pembangkit listrik dapat menelan biaya 174,7 miliar USD lebih rendah dari skenario target regional tahun 2021-2050
hal itu tak lain ialah untuk mengamankan wilayah yang dianggap sebagai jaringan listrik ASEAN dan sistem penyimpanan baterai dan energi," tuturnya.
Selain itu, penerapan EBT yang kuat dalam skenario, kata dia, kebijakan regional akan menghasilkan emisi sebesar 4,3 tCO2e/kapita (25% lebih rendah dari baseline), 5,5 juta pekerjaan pada tahun 2050, dan 8,8 juta hektar lahan yang dibutuhkan untuk biofuel.
Baca Juga: ASEAN Catatkan Sejarah dalam Pemodelan Kerja Sektor Energi
Studi tersebut mengeksplorasi berbagai bab tematik lewat penilaian upaya ketahanan energi seperti eksplorasi teknologi untuk integrasi jaringan, memanfaatkan bahan bakar fosil selama masa transisi, meningkatkan efisiensi industri, meningkatkan transisi energi terbarukan, membiayai transisi energi, dan mengelola keselamatan dan stigma sosial terhadap tenaga nuklir.
Lihat Juga :