Wawancara Khusus CEO Siloam Hospitals Group Caroline Riady: Indonesia Kekurangan Rumah Sakit
Kamis, 29 September 2022 - 01:11 WIB
loading...
A
A
A
Alat kesehatan dan teknologi itu yang ada di Indonesia pada dasarnya sama seperti yang dioperasionalkan di Rumah sakit di luar negeri, kita tidak kalah.
Di Indonesia, kunci rumah sakit dapat ekspansi bagaimana harus memenuhi kebutuhan SDM seperti dokter spesialis, perawat sedangkan di Indonesia masih sangat kekurangan.
Di Indonesia hanya ada 35.000 dokter spesialis. Hal ini menjadi program prioritas dari Menteri Kesehatan bagaimana caranya dokter spesialis di Indonesia bertambah. Lulusan dokter setiap tahun sekitar 2.000-2.400, jika kita mau dokter spesialis dua kali lipat dari jumlah sekarang berarti butuh 10-15 tahun lagi.
Padahal populasi di Indonesia semakin bertambah apalagi Indonesia akan mengalami bonus demografi, di Indonesia rumah sakit sekitar 3.000, bandingkan dengan India dengan populasiempat kali lebih banyak dari Indonesia. Jumlah rumah sakit di India 47.000 , kalau jumlah rumah sakit kita dikali empat hanya 12.000 rumah sakit, sementara si India sudah dua kali lipat dari itu.
Kami ingin menjadi mitra yang baik bagi pemerintah, asuransi, rumah sakit lain dan seluruh pihak dalam industri pelayanan kesehatan ini. Termasuk dengan rumah sakit lain, mereka partner, memiliki hubungan yang sangat erat sekali, di ARSSI (Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia) dan PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) saya bersyukur sesama rumah sakit sangat terbuka.
Jika salah satu rumah sakit mengalami musibah, ada satu rumah sakit yang mengalami kebakaran, kami sudah langsung menawarkan bantuan. Bukan malah merasa beruntung karena pasiennya dapat beralih. Karena kembali lagi tujuan dari Pelayanan kami adalah mengembalikan kesehatan orang lain supaya mereka dapat pulih. Pada dasarnya pemain di pelayanan kesehatan ini memiliki komitmen bahwa ingin berbagi, memiliki kuat yang sama untuk memulihkan semua orang. Dan itu sangat baik untuk diajak kerjasama di forum rumah sakit.
Jadi, semakin banyak orang yang terjun di dalam bisnis pelayan kesehatan itu sebenarnya semakin bagus?
Ya, karena Indonesia kekurangan, berkaca pada India tadi. Indonesia tambah 2.000 rumah sakit lagi juga tidak masalah tidak kebanyakan asal seluruh ekosistem juga berkembang, jangan rumah sakitnya bertambah tetapi dokternya tidak bertambah, jangan sampai dokternya malah tarik-tarikan mengambil dari tempat lain. Bukan berarti kami tidak ingin ramai tetapi ekosistem ini tidak berkembang sama-sama sangat timpang ada efek yang lain.
Di Indonesia, kunci rumah sakit dapat ekspansi bagaimana harus memenuhi kebutuhan SDM seperti dokter spesialis, perawat sedangkan di Indonesia masih sangat kekurangan.
Di Indonesia hanya ada 35.000 dokter spesialis. Hal ini menjadi program prioritas dari Menteri Kesehatan bagaimana caranya dokter spesialis di Indonesia bertambah. Lulusan dokter setiap tahun sekitar 2.000-2.400, jika kita mau dokter spesialis dua kali lipat dari jumlah sekarang berarti butuh 10-15 tahun lagi.
Padahal populasi di Indonesia semakin bertambah apalagi Indonesia akan mengalami bonus demografi, di Indonesia rumah sakit sekitar 3.000, bandingkan dengan India dengan populasiempat kali lebih banyak dari Indonesia. Jumlah rumah sakit di India 47.000 , kalau jumlah rumah sakit kita dikali empat hanya 12.000 rumah sakit, sementara si India sudah dua kali lipat dari itu.
Kami ingin menjadi mitra yang baik bagi pemerintah, asuransi, rumah sakit lain dan seluruh pihak dalam industri pelayanan kesehatan ini. Termasuk dengan rumah sakit lain, mereka partner, memiliki hubungan yang sangat erat sekali, di ARSSI (Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia) dan PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) saya bersyukur sesama rumah sakit sangat terbuka.
Jika salah satu rumah sakit mengalami musibah, ada satu rumah sakit yang mengalami kebakaran, kami sudah langsung menawarkan bantuan. Bukan malah merasa beruntung karena pasiennya dapat beralih. Karena kembali lagi tujuan dari Pelayanan kami adalah mengembalikan kesehatan orang lain supaya mereka dapat pulih. Pada dasarnya pemain di pelayanan kesehatan ini memiliki komitmen bahwa ingin berbagi, memiliki kuat yang sama untuk memulihkan semua orang. Dan itu sangat baik untuk diajak kerjasama di forum rumah sakit.
Jadi, semakin banyak orang yang terjun di dalam bisnis pelayan kesehatan itu sebenarnya semakin bagus?
Ya, karena Indonesia kekurangan, berkaca pada India tadi. Indonesia tambah 2.000 rumah sakit lagi juga tidak masalah tidak kebanyakan asal seluruh ekosistem juga berkembang, jangan rumah sakitnya bertambah tetapi dokternya tidak bertambah, jangan sampai dokternya malah tarik-tarikan mengambil dari tempat lain. Bukan berarti kami tidak ingin ramai tetapi ekosistem ini tidak berkembang sama-sama sangat timpang ada efek yang lain.
(ynt)
Lihat Juga :