Wall Street Kembali Terkapar, Indeks S&P 500 Menyentuh Level Terendah

Jum'at, 30 September 2022 - 06:58 WIB
loading...
Wall Street Kembali Terkapar, Indeks S&P 500 Menyentuh Level Terendah
Wall Street ditutup turun tajam pada perdagangan Kamis (29/9) waktu setempat, di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve makin agresif melawan inflasi dapat melumpuhkan ekonomi Amerika Serikat (AS). Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Wall Street ditutup turun tajam pada perdagangan Kamis (29/9/2022) waktu setempat, di tengah kekhawatiran bahwa Federal Reserve atau The Fed makin agresif melawan inflasi dapat melumpuhkan ekonomi Amerika Serikat (AS) . Selain itu investor juga cemas tentang kekalahan di mata uang global dan pasar utang.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 2,11% untuk mengakhiri sesi pada 3.640,47 poin. Nasdaq turun 2,84% menjadi 10.737,51 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 1,54% menjadi 29.225,61 poin.

Baca Juga: Optimistis, Jokowi Ramal Pertumbuhan Ekonomi Capai 6% di Kuartal III/2022

Dengan kelas berat sektor teknologi Apple Inc (AAPL.O) dan Nvidia Corp (NVDA.O) merosot lebih dari 4%, Nasdaq merosot mendekati level terendah 2022, yang ditetapkan pada pertengahan Juni.

Indeks S&P 500 (.SPX) menyentuh posisi terendah yang terakhir terlihat pada November 2020. Turun lebih dari 8% pada September, benchmark berada di jalur terburuk untuk September sejak 2008.

Aksi jual Treasuries AS berlanjut karena pejabat Fed tidak memberikan indikasi bahwa bank sentral A.S. akan memoderasi atau mengubah rencananya untuk secara agresif menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi yang tinggi.

Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester mengatakan, dia tidak melihat tekanan di pasar keuangan AS yang akan mengubah kampanye bank sentral untuk menurunkan inflasi melalui kenaikan suku bunga yang telah membawa suku bunga dana Fed ke kisaran 3,0% hingga 3,25%.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Rontok, Kekhawatiran Resesi AS Kian Menjadi

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah lima bulan pekan lalu karena pasar tenaga kerja tetap tangguh meskipun Fed menaikkan suku bunga agresif.

"Kabar baik adalah berita buruk karena angka pekerjaan hari ini kembali menegaskan bahwa perjalanan The Fed masih panjang," kata Phil Blancato, kepala Manajemen Aset Ladenburg Thalmann di New York.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1473 seconds (10.177#12.26)