PLN Dapat PMN Rp10 Triliun Tahun Depan, Buat Apa Saja?
Rabu, 05 Oktober 2022 - 11:56 WIB
loading...
PLN memberikan rincian terkait penggunaan dari PMN (Penyertaan Modal Negara) sebesar Rp10 triliun pada tahun 2023. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) memberikan rincian terkait penggunaan dari PMN (Penyertaan Modal Negara) sebesar Rp10 triliun pada tahun 2023. Adapun dana tersebut bakal dipakai untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan di daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya telah membagi anggaran tersebut pada pembangunan infrastruktur kelistrikan di 3 wilayah regional.
Baca Juga: Genjot Infrastruktur, PLN Ajukan Dana PMN Rp10 Triliun
Regional pertama adalah Jawa - Madura - Bali yang mendapat alokasi Rp3 tirliun untuk membangun jaringan kelistrikan di daerah yang hingga saat ini masih belum teraliri listrik.
"Jadi Jawa-Madura-Bali pun masih ada, untuk Madura di pulau bagian atas itu masih ada, daerah Sukabumi masih banyak sekali pasokan listrik yang belum bisa masuk, karena ada daerah yang memang terpencil," ujar Darmawan dalam Market Review IDXChanel, Rabu (5/10/2022).
Selanjutnya wilayah regional 2 adalah Sumatera - Kalimantan yang mendapat porsi pembangunan infrastruktur listrik sebesar Rp4,5 triliun. "Ini untuk membangun sumber daya setempat juga ada transmisi dan utnuk membangun daerah terpencil lainnya," kata Darmawan.
Baca Juga: Kabar Baik, Tarif Listrik Dipastikan Tidak Naik hingga Akhir 2022
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya telah membagi anggaran tersebut pada pembangunan infrastruktur kelistrikan di 3 wilayah regional.
Baca Juga: Genjot Infrastruktur, PLN Ajukan Dana PMN Rp10 Triliun
Regional pertama adalah Jawa - Madura - Bali yang mendapat alokasi Rp3 tirliun untuk membangun jaringan kelistrikan di daerah yang hingga saat ini masih belum teraliri listrik.
"Jadi Jawa-Madura-Bali pun masih ada, untuk Madura di pulau bagian atas itu masih ada, daerah Sukabumi masih banyak sekali pasokan listrik yang belum bisa masuk, karena ada daerah yang memang terpencil," ujar Darmawan dalam Market Review IDXChanel, Rabu (5/10/2022).
Selanjutnya wilayah regional 2 adalah Sumatera - Kalimantan yang mendapat porsi pembangunan infrastruktur listrik sebesar Rp4,5 triliun. "Ini untuk membangun sumber daya setempat juga ada transmisi dan utnuk membangun daerah terpencil lainnya," kata Darmawan.
Baca Juga: Kabar Baik, Tarif Listrik Dipastikan Tidak Naik hingga Akhir 2022
Lihat Juga :