Mengekor Wall Street, IHSG Nyungsep Gegara Ulah The Fed

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 09:55 WIB
loading...
Mengekor Wall Street, IHSG Nyungsep Gegara Ulah The Fed
IHSG hari ini dibuka di zona merah terdampak sentimen negatif global. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka melemah 0,27% di 7.057 pada perdagangan Jumat (7/10/2022). Indeks acuan bergerak naik 16,79 poin atau 0,24% di 7.059. Terdapat 146 saham menguat, 80 saham melemah, dan 259 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp273,68 miliar dari 535.32 juta saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 0,55%, indeks JII merosot 0,18%, indeks IDX30 melemah 0,44%, dan indeks MNC36 anjlok 0,43%. Sebagian besar indeks sektoral berada di zona merah antara lain siklikal 0,01%, teknologi 0,43%, infrastruktur 0,54%, industri 0,39%, keuangan 0,30%, nonsiklikal 0,39%, bahan baku 0,01%, transportasi 0,18%, dan properti 0,16%. Sedangkan yang menguat adalah energi 0,73%, dan kesehatan 0,12%.

Baca Juga: Waspada! Ulah The Fed Bisa Bikin IHSG Terjungkal

Saham-saham yang masuk top gainers adalah PT Bumi Resouces Tbk (BUMI) melonjak 6,13% di Rp173, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tumbuh 4,55% di Rp69, dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) melejit 3,75% di Rp83.

Sedangkan top losers ditempati oleh PT Pan Brothers Tbk (PBRX) merosot 6,86% di Rp95, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) anjlok 4,11% di Rp420, dan PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META) tertekan 2,87% di Rp169.

Tiga saham yang teraktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Sedangkan tiga saham dengan volume terbesar antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Sementara tiga saham dengan nilai transaksi terbesar adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan IHSG berpotensi turun imbas sentimen negatif global. Adapun indeks saham akan berada di rentang 7.023 - 7.120.

IHSG bakal dibayangi aksi investor asing dalam menunggu data bulanan Nonfarm Payrolls Jumat ini dan statement Chicago Fed President Charles Evans pada hari Kamis bahwa The Fed diindikasikan akan menaikan Fed Fund Rate (FFR) sekitar 125 bps hingga akhir tahun 2022.

"Menjadi faktor Indeks DJIA kembali terjungkal di hari kedua sebesar 1,15% berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan di Bursa Indonesia Jumat ini," ujar Edwin.

Baca Juga: Wall Street Ambrol Lagi Tertampar Ulah The Fed

Sementara, Wall Street ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (6/10/2022) waktu setempat, karena kekhawatiran sikap suku bunga agresif Federal Reserve akan menyebabkan resesi. Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 346,93 poin, atau 1,15%, menjadi 29.926,94, S&P 500 (.SPX) kehilangan 38,76 poin, atau 1,02%, menjadi 3.744,52 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 75,33 poin, atau 0,68%, menjadi 11.073,31.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1893 seconds (11.252#12.26)