Ekspor Listrik Dianggap Bisa Tumbuhkan Pasar EBT
Selasa, 11 Oktober 2022 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
Fabby menuturkan dengan risiko investasi di Indonesia turun, maka biaya atau financing cost dari investasi di sektor tersebut juga bisa lebih rendah. Kondisi itu juga akan menguntungkan PLN.
"Kalau lebih rendah maka yang untung PLN juga sebenarnya, karena dia bisa dapat pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dan nanti harga listrik dari EBT di lain waktu akan jauh lebih rendah," ungkapnya.
Dia mencontohkan pada 2019 lalu, Singapura pernah mendeklarasikan rencana 25% bauran energi, atau setara 4 GW di tahun 2035, akan berasal dari EBT. Salah satu upayanya adalah dengan membuka lelang proyek EBT di Indonesia.
Lelang tersebut berbuah nota kesepahaman (MoU) perusahaan EBT Singapura, Sunseap Group, akan membangun PLTS di Kepulauan Riau (Kepri) pada 2021 lalu. Proyek tersebut berkapasitas 7 gigawatt-peak (GWp), termasuk PLTS terapung sebesar 2,2 GWp yang akan dibangun di Pulau Batam.
Fabby mengatakan, proyek tersebut sangat potensial untuk pengembangan EBT di Indonesia di tengah kondisi kelebihan pasokan atau oversupply listrik PLN yang menghambat penyerapan listrik EBT.
"Sekarang kita belum mampu akselerasi EBT karena masih over capacity, dalam 2-3 tahun ini ya biarin saja ekspor ke Singapura, dan Singapura butuh 4 GW," kata dia.
"Kalau lebih rendah maka yang untung PLN juga sebenarnya, karena dia bisa dapat pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dan nanti harga listrik dari EBT di lain waktu akan jauh lebih rendah," ungkapnya.
Dia mencontohkan pada 2019 lalu, Singapura pernah mendeklarasikan rencana 25% bauran energi, atau setara 4 GW di tahun 2035, akan berasal dari EBT. Salah satu upayanya adalah dengan membuka lelang proyek EBT di Indonesia.
Lelang tersebut berbuah nota kesepahaman (MoU) perusahaan EBT Singapura, Sunseap Group, akan membangun PLTS di Kepulauan Riau (Kepri) pada 2021 lalu. Proyek tersebut berkapasitas 7 gigawatt-peak (GWp), termasuk PLTS terapung sebesar 2,2 GWp yang akan dibangun di Pulau Batam.
Fabby mengatakan, proyek tersebut sangat potensial untuk pengembangan EBT di Indonesia di tengah kondisi kelebihan pasokan atau oversupply listrik PLN yang menghambat penyerapan listrik EBT.
"Sekarang kita belum mampu akselerasi EBT karena masih over capacity, dalam 2-3 tahun ini ya biarin saja ekspor ke Singapura, dan Singapura butuh 4 GW," kata dia.
Lihat Juga :