Konsep Smart City Didorong Atasi Masalah Perkotaan
Kamis, 13 Oktober 2022 - 20:30 WIB
loading...
APEKSI menggelar Indo Smart City 2022, di Techno Park, Surakarta. FOTO/dok.Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah daerah didorong untuk menerapkan smart city atau kota pintar sesuai kebutuhan wilayah. Konsep tersebut diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi kota.
"Tata kelola perkotaan harus diselenggarakan dengan smart sehingga mampu menjawab tantangan dan kompleksitas perkotaan," kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA melalui pernyataan resmi, di Jakarta, Kamis (13/10/2022).
Baca Juga: Wujudkan Kota Cerdas, Kemendagri Gelar Integrated Technology Event 2022
Menurut dia peran sentral walikota menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya mewujudkan tata kelola perkotaan cerdas. Melalui program kota cerdas ini, terus berupaya meningkatkan pencapaian peningkatan kualitas hidup masyarakat berkelanjutan
"Kunci utama mewujudkan smart city merupakan political and good will dari kepala daerah, start with mindset, execute within policy," kata dia.
Dia mengungkapkan pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk mengakselerasi pemanfaatan teknologi digital. Lompatan penggunaan teknologi digital secara masif turut mendorong pula terbentuknya ekosistem smart city seantero negeri.
"Pandemi turut berkontribusi terbuka lebarnya ruang transformasi digital. Peluang ini harus ditangkap menjadi fondasi masyarakat digital atau society 5.0 sekaligus mengarahkannya pada ekosistem smart city yang berbasis pada pelayanan publik," jelasnya.
"Tata kelola perkotaan harus diselenggarakan dengan smart sehingga mampu menjawab tantangan dan kompleksitas perkotaan," kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA melalui pernyataan resmi, di Jakarta, Kamis (13/10/2022).
Baca Juga: Wujudkan Kota Cerdas, Kemendagri Gelar Integrated Technology Event 2022
Menurut dia peran sentral walikota menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya mewujudkan tata kelola perkotaan cerdas. Melalui program kota cerdas ini, terus berupaya meningkatkan pencapaian peningkatan kualitas hidup masyarakat berkelanjutan
"Kunci utama mewujudkan smart city merupakan political and good will dari kepala daerah, start with mindset, execute within policy," kata dia.
Dia mengungkapkan pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk mengakselerasi pemanfaatan teknologi digital. Lompatan penggunaan teknologi digital secara masif turut mendorong pula terbentuknya ekosistem smart city seantero negeri.
"Pandemi turut berkontribusi terbuka lebarnya ruang transformasi digital. Peluang ini harus ditangkap menjadi fondasi masyarakat digital atau society 5.0 sekaligus mengarahkannya pada ekosistem smart city yang berbasis pada pelayanan publik," jelasnya.
Lihat Juga :