alexametrics

Awal Pekan, IHSG Diprediksi Terkonsolidasi di Kisaran Level 4.789-5.018

loading...
Awal Pekan, IHSG Diprediksi Terkonsolidasi di Kisaran Level 4.789-5.018
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan diprediksi terkonsolidasi. Sebelumnya pada perdagangan Jumat kemarin, IHSG mendarat mulus. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan diprediksi terkonsolidasi. Sebelumnya pada perdagangan Jumat kemarin, IHSG mendarat mulus dengan naik 7,01 poin atau 0,14% ke level 4.973.

(Baca Juga: Biaya IPO Semakin Murah, BEI Beri Diskon 50%)

Analisis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, gelombang tekanan terlihat belum akan berakhir dalam pergerakan IHSG. "Hal ini juga diiringi oleh sentimen dari pergerakan market global dan regional serta capital outflow yang masih terjadi hingga saat ini," ujar William di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Dia melanjutkan jelang rilis data perekonomian tingkat kepercayaan konsumen pada hari ini akan turut mewarnai pergerakan IHSG yang berpotensi terkonsolidasi. "IHSG diprediksi bergerak 4.789-5.018," jelasnya.



Berikut menu saham hari ini yang bisa dicermati yakni SMGR, TBIG dan BBCA. Sedangkan saham-saham lain yang juga bisa menjadi pilihan di antaranya INDF, GGRM, AKRA, AALI hingga JSMR.

(Baca Juga: Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Naik 1,46%)



Pada sepekan terakhir, pada periode 29 Juni – 3 Juli 2020, Pasar Modal Indonesia bergerak bervariasi. Namun, masih didominasi data positif. Peningkatan tertinggi data mingguan pasar terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 7,44% menjadi 572.412 ribu kali transaksi dibandingkan pekan lalu sebesar 532.777 ribu kali transaksi.

Investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp93,40 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp16,140 triliun.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top