Dolar Tembus Rp15.000, Bahlil Ungkap Dampaknya ke Subsidi BBM
Selasa, 18 Oktober 2022 - 11:25 WIB
loading...
Bahlil Lahadalia mengungkap kenaikan kurs dolar akan berdampak pada subsidi energi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kurs dolar yang naik membuat beban subsidi energi, termasuk BBM , mengalami pembengkakan.
Baca juga: Bahlil: Ekonomi Global 2023 Gelap, Tidak Ada Tanda-tanda Kehidupan
Bahlil menjelaskan, dalam APBN 2022 asumsi harga minyak USD63-70 per barel. Sementara, Harga minyak sejak Januari 2022 sampai dengan Agustus 2022 rata-rata USD103 per barel. Produksi minyak Indonesia 700.000 barel per hari. Sedangkan konsumsi minyak 1.500.000 barel per hari.
“Jadi kita impor per hari 800.000 barel. Sedangkan negara kita ini bukan lagi negara penghasil minyak,” ujar Bahlil dalam pernyataan tertulisnya, Senin (17/10/2022).
Bahlil mengatakan di dalam APBN 2022, subsidi BBM sebesar Rp135 triliun. Kurs rupiah di asumsi APBN sebesar Rp14.500.
Baca juga: Bahlil: Ekonomi Global 2023 Gelap, Tidak Ada Tanda-tanda Kehidupan
Bahlil menjelaskan, dalam APBN 2022 asumsi harga minyak USD63-70 per barel. Sementara, Harga minyak sejak Januari 2022 sampai dengan Agustus 2022 rata-rata USD103 per barel. Produksi minyak Indonesia 700.000 barel per hari. Sedangkan konsumsi minyak 1.500.000 barel per hari.
“Jadi kita impor per hari 800.000 barel. Sedangkan negara kita ini bukan lagi negara penghasil minyak,” ujar Bahlil dalam pernyataan tertulisnya, Senin (17/10/2022).
Bahlil mengatakan di dalam APBN 2022, subsidi BBM sebesar Rp135 triliun. Kurs rupiah di asumsi APBN sebesar Rp14.500.
Lihat Juga :