Joss! Tren Surplus APBN 2022 Terjaga 9 Bulan Berturut-turut

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 18:28 WIB
loading...
Joss! Tren Surplus APBN 2022 Terjaga 9 Bulan Berturut-turut
Tren surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 berlanjut berlanjut hingga September 2022. Hebatnya kinerja positif APBN terjaga hingga bulan ke-9 atau sejak awal tahun 2022. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Tren surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2022 berlanjut berlanjut hingga September 2022. Hebatnya kinerja positif APBN terjaga hingga bulan ke-9 atau sejak awal tahun 2022.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mencatat bahwa surplus APBN tembus Rp60,9 triliun di September 2022 atau 0,33% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kendati demikian, jumlah ini lebih rendah dibandingkan surplus Rp107,4 triliun di Agustus 2022.

"Surplus ini sudah lebih rendah dari bulan sebelumnya, namun ini adalah situasi yang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, dimana di bulan September itu kita defisit Rp451,9 triliun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA edisi Oktober 2022 di Jakarta, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga: Subsidi Energi Bengkak, Pemerintah Usul Revisi APBN 2022 Jadi Rp3.106 Triliun

Menkeu mencatat pendapatan negara mencapai Rp1.974,7 triliun atau tumbuh 45,7%, sedangkan belanja negara mencapai Rp1.913,9 triliun atau tumbuh 5,9%.

Pendapatan negara dari penerimaan pajak terdata mencapai Rp1.310,5 triliun atau tumbuh 54,2%, kepabeanan dan cukai Rp232,1 triliun atau tumbuh 26,9%, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tembus Rp431,5 triliun atau tumbuh 34,4%.

"Untuk belanja negara, terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp674,4 triliun atau terkontraksi 8,1%, belanja non KL Rp686,8 triliun atau tumbuh 29,2%, dan transfer ke daerah (TKD) Rp552,7 triliun atau tumbuh 2,1%," ungkap Sri Mulyani.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Beberkan Kinerja Positif APBN di Awal 2022: Surplus Rp19,7 Triliun

Tak hanya itu, keseimbangan primer juga mencatatkan surplus sebesar Rp339,4 triliun, pembiayaan anggaran hanya Rp429,8 triliun atau turun 30,9% dibandingkan tahun lalu, dan SiLPA cukup besar yaitu Rp490,7 triliun.

"Kalau dalam situasi gejolak dunia yang sangat tidak pasti, dengan SiLPA yang cukup kuat memberikan posisi sangat baik bagi APBN untuk bisa menjalankan fungsi shock absorbernya, jadi bantalan melindungi rakyat dan melindungi ekonomi," pungkas Sri.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2454 seconds (10.101#12.26)