Petani Milenial Kalsel Sukses Kembangkan Usaha Hortikultura
Senin, 24 Oktober 2022 - 19:15 WIB
loading...
Prastio Kuntoro, 37, petani milenial asal Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan yang telah menerima manfaat Program YESS. Hortikultura menjadi pilihannya menekuni sektor pertanian mulai dari cabai, melon dan tomat.
A
A
A
JAKARTA - Menghadapi ancaman krisis pangan global, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak petani milenial untuk menerapkan teknologi smart farming dalam pengembangan budi daya pertanian. Menurutnya, pertanian berbasis teknologi akan mempermudah proses budi daya karena lebih efisien dan modern sehingga mendorong akselerasi produksi petani.
“Smart farming adalah satu lompatan yang kita coba lakukan untuk tidak saja membiarkan pertanian itu berjalan apa adanya sama dengan yang kemarin. Tidak berarti yang kemarin jelek, tetapi kita harus ada loncatan untuk naik kelas di masa pandemi ini,” kata Mentan dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/10/2022).
Pembangunan pertanian ke depan, katanya, akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. “Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini,” kata Syahrul.
Mentan juga menegaskan pihaknya terus berupaya dalam menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha. Salah satunya melalui program utama Kementan yakni penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial hingga 2024. Hal ini dilakukan untuk menjamin produktivitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan.
(Baca juga:Membangkitkan Petani Milenial)
“Smart farming adalah satu lompatan yang kita coba lakukan untuk tidak saja membiarkan pertanian itu berjalan apa adanya sama dengan yang kemarin. Tidak berarti yang kemarin jelek, tetapi kita harus ada loncatan untuk naik kelas di masa pandemi ini,” kata Mentan dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/10/2022).
Pembangunan pertanian ke depan, katanya, akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. “Agripreneur muda yang melek teknologi adalah potensi dan mitra strategis memecahkan kendala distribusi serta lemahnya akses pasar petani selama ini,” kata Syahrul.
Mentan juga menegaskan pihaknya terus berupaya dalam menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha. Salah satunya melalui program utama Kementan yakni penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial hingga 2024. Hal ini dilakukan untuk menjamin produktivitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan.
(Baca juga:Membangkitkan Petani Milenial)
Lihat Juga :