Bahlil Sebut Gangguan Stabilitas Politik Bisa Jadi Ancaman buat Investasi

Senin, 24 Oktober 2022 - 19:38 WIB
loading...
Bahlil Sebut Gangguan...
Bahlil Lahadalia menyebut gangguan pada stabilitas politik bisa mengganggu investasi. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, ada ancaman selain resesi ekonomi global yang bisa menjadi tantangan dalam mencari investor. Ancaman lain yang dimaksud Bahlil adalah stabilitas politik .

Baca juga: Ungkap Investasi UEA Rp300 Triliun di IKN Nusantara, Bahlil: Kita Boleh Transparan, tapi Jangan Telanjang

Bahlil mengatakan insentif bukanlah upaya mutlak untuk menarik investor masuk ke dalam negeri. Namun ada stabilitas politik yang perlu dijaga agar investor berani masuk.

"Investor saat ini lebih melihat pada stabilitas, ini jujur aja. Mau sehebat apa pun sweetner (pemanis untuk investor) yang diberikan, kalau stabilitas negara itu tidak ada, mana bisa," kata Bahlil, Senin (24/10/2022).

Bukan hanya di dalam negeri, Bahlil pun mengkhawatirkan juga gejolak geopolitik internasional, misalnya ketegangan yang terjadi antara China dan Taiwan. Menurutnya ketegangan itu justru bisa memengaruhi Investasi yang masuk ke Indonesia.

"Yang saya takutkan justru kalau terjadi ketegangan politik antara China Taiwan. Selama gak ada ketegangan China dan Taiwan, kita oke-oke saja," kata Bahlil.

Seperti diketahui salah satu perusahaan besar asal Taiwan yaitu Foxconn tengah berkomitmen untuk melakukan investasi di Indonesia. Ditargetkan realisasi dari investasi tersebut bakal berjalan pada akhir tahun 2022 ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Rekomendasi
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Indonesia Perkuat Diplomasi...
Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
Berita Terkini
Kuota Terbatas! Strategi...
Kuota Terbatas! Strategi Manfaatkan BRI KPR Bunga Spesial 1,75% untuk Rumah Pertama Anda
Traveloka Gandeng Marriott...
Traveloka Gandeng Marriott International Perluas Akses Hotel di Asia Tenggara
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved