Ngeri! Ini Dampak Jika Suhu Bumi Naik 2,6 Derajat Tahun 2100
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau perekonomian dan kegiatan manusia memproduksi CO2 terlalu banyak dan no body care itu disebut sebagai market failure. Nyata-nyata ini bisa membahayakan dunia, namun tidak ada yang bisa mengoreksi," ungkap Sri Mulyani.
Baca Juga: Sri Mulyani: Dunia Idap Inflasi Kronis Terburuk dalam 40 Tahun
Di saat itulah, letak APBN sebagai alokatif. APBN, bisa mengoreksi supaya tingkah laku manusia dan memasukan risiko ancaman global, melalui instrumen pajak karbon dan subsidi. Sebab itu, Indonesia akan berpartisipasi menurunkan CO2 31% dan 43% dibantu internasional.
Namun demikian, partisipasi tersebut membutuhkan kebijakan fiskal, salah satunya melalui mekanisme transisi energi. Namun syaratnya Indonesia harus memiliki dana lebih dari Rp3.400 triliun.
Baca Juga: Sri Mulyani: Dunia Idap Inflasi Kronis Terburuk dalam 40 Tahun
Di saat itulah, letak APBN sebagai alokatif. APBN, bisa mengoreksi supaya tingkah laku manusia dan memasukan risiko ancaman global, melalui instrumen pajak karbon dan subsidi. Sebab itu, Indonesia akan berpartisipasi menurunkan CO2 31% dan 43% dibantu internasional.
Namun demikian, partisipasi tersebut membutuhkan kebijakan fiskal, salah satunya melalui mekanisme transisi energi. Namun syaratnya Indonesia harus memiliki dana lebih dari Rp3.400 triliun.
(nng)
Lihat Juga :