Soal Ancaman Resesi, Pemerintah Diminta Jangan Menakut-nakuti Masyarakat
Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:29 WIB
loading...
A
A
A
"Tahun depan memang ada resesi, tapi masyarakat kelas menengah bawah ini perlu diberi tahu kalau punya utang, lunasi sekarang karena suku bunga akan makin naik. Artinya, lifestyle jangan buat gaya-gayaan," terang Bhima.
Sementara untuk masyarakat menengah ke atas, lanjutnya, baiknya didorong untuk lebih berkontribusi dengan meningkatkan daya beli lebih tinggi lagi. Karena, kata Bhima, 40% lebih total konsumsi rumah tangga dikuasai oleh 20% orang terkaya di Indonesia.
"Nanti kalau misalnya resesi benar terjadi, maka akan terjadi kekacauan. Orang yang enggak punya uang, tapi dibilangin kalau tahun depan optimis, kalau begitu masyarakat kelas bawah bisa langsung menghamburkan uangnya. Langsung belanja mereka cari baju dll. Maka dari itu, pemberian informasi berdasarkan segmentasi itu penting," jelas Bhima.
Oleh karena itu, dia bilang, penting bagi pemerintah membuat paket kebijakan untuk mengantisipasi resesi. Pasalnya, Bhima menilai, jika pemerintah menggunakan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sudah tidak tepat lagi. Sebab itu lebih cocok untuk penanganan pandemi Covid-19.
"Jadi pemerintah jangan cuma nakut-nakutin aja. Tapi buatlah paket kebijakan untuk mengantisipasi resesi," tukasnya.
Sementara untuk masyarakat menengah ke atas, lanjutnya, baiknya didorong untuk lebih berkontribusi dengan meningkatkan daya beli lebih tinggi lagi. Karena, kata Bhima, 40% lebih total konsumsi rumah tangga dikuasai oleh 20% orang terkaya di Indonesia.
"Nanti kalau misalnya resesi benar terjadi, maka akan terjadi kekacauan. Orang yang enggak punya uang, tapi dibilangin kalau tahun depan optimis, kalau begitu masyarakat kelas bawah bisa langsung menghamburkan uangnya. Langsung belanja mereka cari baju dll. Maka dari itu, pemberian informasi berdasarkan segmentasi itu penting," jelas Bhima.
Oleh karena itu, dia bilang, penting bagi pemerintah membuat paket kebijakan untuk mengantisipasi resesi. Pasalnya, Bhima menilai, jika pemerintah menggunakan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sudah tidak tepat lagi. Sebab itu lebih cocok untuk penanganan pandemi Covid-19.
"Jadi pemerintah jangan cuma nakut-nakutin aja. Tapi buatlah paket kebijakan untuk mengantisipasi resesi," tukasnya.
Lihat Juga :