The Fed Naikkan Suku Bunga AS ke Level Tertinggi dalam 14 Tahun
Kamis, 03 November 2022 - 06:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat, Imbas PDB AS Rebound 2,6%
Powell sendiri tidak secara gamblang menyebut peluang kenaikan lagi pada pertemuan di bulan Desember. Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa bank sentral akan terus mengambil segala cara -termasuk mendongkrak suku bunga- dalam beberapa bulan mendatang.
Sebagaimana dilansir Reuters, sejumlah analis menilai pergeseran pernyataan The Fed ke arah yang lebih dovish dapat memberikan dampak positif bagi bursa saham. Sebelumnya, Powell pada pertemuan terakhir menegaskan bakal terus menaikkan suku bunga sampai inflasi mereda.
Ketika data terbaru menunjukkan kenaikan harga di Negeri Paman Sam mulai melandai, ditambah rebound ekonomi di kuartal ketiga sebesar 2,6%, tampaknya membuat Fed bergegas untuk sedikit mengerem kebijakan agresifnya.
"Pernyataan The Fed yang jauh pasti adalah sinyal kemungkinan penurunan suku bunga. Sepertinya komite telah mencapai konsensus bahwa mereka dapat menurunkannya pada awal Desember, tergantung pada bagaimana data berjalan." kata Ekonom LH Meyer, Derek Tang.
Powell sendiri tidak secara gamblang menyebut peluang kenaikan lagi pada pertemuan di bulan Desember. Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa bank sentral akan terus mengambil segala cara -termasuk mendongkrak suku bunga- dalam beberapa bulan mendatang.
Sebagaimana dilansir Reuters, sejumlah analis menilai pergeseran pernyataan The Fed ke arah yang lebih dovish dapat memberikan dampak positif bagi bursa saham. Sebelumnya, Powell pada pertemuan terakhir menegaskan bakal terus menaikkan suku bunga sampai inflasi mereda.
Ketika data terbaru menunjukkan kenaikan harga di Negeri Paman Sam mulai melandai, ditambah rebound ekonomi di kuartal ketiga sebesar 2,6%, tampaknya membuat Fed bergegas untuk sedikit mengerem kebijakan agresifnya.
"Pernyataan The Fed yang jauh pasti adalah sinyal kemungkinan penurunan suku bunga. Sepertinya komite telah mencapai konsensus bahwa mereka dapat menurunkannya pada awal Desember, tergantung pada bagaimana data berjalan." kata Ekonom LH Meyer, Derek Tang.
Lihat Juga :