Sri Mulyani Ungkap Strategi Transisi Energi Melalui Keuangan Hijau
Jum'at, 04 November 2022 - 11:15 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Transisi energi di Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan green sukuk. Strategi lainnya untuk mengakselerasi transisi energi adalah mencipta pasar karbon sebagai akselerasi transisi energi melalui keuangan hijau yang tangguh dan inklusif.
"Mengingat rendahnya proporsi pembiayaan hijau dan berkelanjutan saat ini, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan kerangka kerja tingkat tinggi bagi keuangan transisi agar pasar keuangan pembiayaan dapat mendukung transisi yang sesuai dan terjangkau yang juga berkelanjutan. Ini juga termasuk bagaimana kita akan dapat mencapai Paris Agreement dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2030," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara The Third G20 Seminar on Sustainable Infrastructure Finance, secara daring, dikutip Jumat (4/11/2022).
Baca Juga: Ngeri! Ini Dampak Jika Suhu Bumi Naik 2,6 Derajat Tahun 2100
Menurut dia kerangka kerja tersebut akan mengembangkan pemahaman bersama tentang elemen kunci bagaimana mendukung pembiayaan terutama dalam memfasilitasi transisi iklim. Identifikasi aktivitas transisi akan didasarkan pada jalur teknis yang kredibel untuk sektor padat karbon utama untuk dekarbonisasi menuju net zero emission.
Tak hanya itu, transisi energi sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang akan membutuhkan investasi besar dan kebijakan transformasional. Bagi banyak negara berkembang yang memiliki sumber daya dan kapasitas terbatas, hal ini akan menjadi tantangan yang sangat sulit untuk diatasi. Perubahan iklim adalah hal yang penting tetapi mereka berada dalam posisi kapasitas yang terbatas untuk dapat memenuhi target pengurangan CO2.
"Mengingat rendahnya proporsi pembiayaan hijau dan berkelanjutan saat ini, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan kerangka kerja tingkat tinggi bagi keuangan transisi agar pasar keuangan pembiayaan dapat mendukung transisi yang sesuai dan terjangkau yang juga berkelanjutan. Ini juga termasuk bagaimana kita akan dapat mencapai Paris Agreement dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2030," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara The Third G20 Seminar on Sustainable Infrastructure Finance, secara daring, dikutip Jumat (4/11/2022).
Baca Juga: Ngeri! Ini Dampak Jika Suhu Bumi Naik 2,6 Derajat Tahun 2100
Menurut dia kerangka kerja tersebut akan mengembangkan pemahaman bersama tentang elemen kunci bagaimana mendukung pembiayaan terutama dalam memfasilitasi transisi iklim. Identifikasi aktivitas transisi akan didasarkan pada jalur teknis yang kredibel untuk sektor padat karbon utama untuk dekarbonisasi menuju net zero emission.
Tak hanya itu, transisi energi sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang akan membutuhkan investasi besar dan kebijakan transformasional. Bagi banyak negara berkembang yang memiliki sumber daya dan kapasitas terbatas, hal ini akan menjadi tantangan yang sangat sulit untuk diatasi. Perubahan iklim adalah hal yang penting tetapi mereka berada dalam posisi kapasitas yang terbatas untuk dapat memenuhi target pengurangan CO2.
Lihat Juga :