Kemenhub Imbau Masyarakat Bali Hindari Empat Kluster Saat Puncak KTT G20

Jum'at, 04 November 2022 - 17:28 WIB
loading...
Kemenhub Imbau Masyarakat Bali Hindari Empat Kluster Saat Puncak KTT G20
Masyarakat Bali diminta menghindari empat kluster saat puncak KTT G20. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) bersama Dirlantas Polri bakal melakukan rekayasa lalulintas dan sistem ganjil-genap kendaraan pada pertemuan puncak KTT G20 yang berlangsung di Bali per 11 November hingga 17 November 2022.

Baca juga: Polri Siapkan 184 Kendaraan Listrik Amankan KTT G20 di Bali

Direktur Lalulintas dan Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Kemenhub) Cucu Mulyana mengatakan, rekayasa lalulintas dilakukan melalui penerapan sistem ganjil-genap. Empat titik yang bakal diterapkan sistem ganjil genap pada pertemuan KTT G20 Bali di antaranya, Kluster Seminyak, Kluster Jimbaran, Kluster Sanur, Kluster Nusa Dua Utara, dan Kluster Nusa Dua Selatan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang ada di Bali supaya dimohon pengertiannya menghindari titik-titik kluster tersebut. Sebab, rekayasa akan kita lakukan atas koordinasi Dirlantas Polri dengan menerapkan sistem ganjil-genap. Sehingga, jika ada aktivitas yang tidak terlalu penting kami imbau tidak melakukan aktivitas dalam bentuk keramaian demi kelancaran,” ujarnya dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Sementara itu, Kasubag Anev Ditlantas Polda Bali, Made Subadi, mengatakan pihaknya juga saat ini sedang melakukan berbagai simulasi untuk mempersiapkan kelancaran pada hari penyelenggaraan KTT G20 nanti.

"Kami telah melakukan simulasi dalam rangka menyukseskan KTT G20. Selain itu kami akan melaksanakan puri agung," katanya.

Baca juga: Kampus Mengajar Angkatan 5 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Dia menambahkan akan ada pembatas di beberapa area seperti bandara, Nusa Dua, GWK, dan Tahura dan juga wilayah lainnya. "Sedangkan untuk area wisata selain yang disebutkan tadi, tidak akan ada pembatasan sehingga dapat meminimalisasi kepadatan," katanya.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2596 seconds (11.97#12.26)