alexametrics

Demi Pemulihan Ekonomi Nasional, BNI Siap Gelontorkan Kredit kepada UMKM

loading...
Demi Pemulihan Ekonomi Nasional, BNI Siap Gelontorkan Kredit kepada UMKM
foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Program pemulihan ekonomi nasionalmerupakan satu rangkaian program untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Program tersebut mencakup penempatan uang negara pada bank umum, program subsidi bunga bagi debitur yang terdampak Covid, serta program penjaminan kredit bagi debitur terdampak Covid-19.

Pada program pertama, BNIakan tetap menyalurkan kredit ke sektor riil di tengah pandemi Covid-19. Berbekal dana penempatan pemerintah yang diterima oleh BNI sebesar Rp5 triliun, BNI berkomitmen untuk dapat me-leverage dana tersebut sebanyak tiga kali dan menyalurkannya dalam bentuk kredit sebesar Rp15 triliun.

Mempertimbangkan bahwa pelaku UMKM paling terdampak dari adanya penyebaran Covid-19, maka BNI akan menyalurkan kredit kepada sektor itu. Penyaluran kredit kepada UMKM diutamakan kepada sektor padat karya, sehingga dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.

Untuk dapat mendorong sektor riil, kredit UMKM BNI utamanya akan disalurkan berupa kredit usaha rakyat (KUR) sehingga dapat menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas. Sektor-sektor produktif seperti pertanian, industri, jasa, serta perdagangan menjadi sektor prioritas BNI.



Sektor pertanian dipandang sebagai sektor yang tahan terhadap penyebaran Covid-19. Kondisi itu mendorong BNI menggarap sektor ini secara serius, utamanya melalui pembiayaan secara clustering, menggarap value chain dari hulu hingga ke hilir, serta pengembangan teknologi smartfarming dengan menggandeng start-up di bidang tersebut. Keseriusan BNI dalam menggarap sektor pertanian tampak dari pertumbuhan kredit kecil di sektor ini yang mencapai 33,1% yoy. (Baca juga:Rayakan HUT ke-74, BNI Ajak Perajin Wastra Go Online)

Direktur Utama BNI Herry Sidharta memastikan, banknya akan memberikan tambahan kredit modal kerja kepada UMKM binaan BNI yang mendapat restrukturisasi kredit akibat adanya penyebaran Covid-19 serta dinilai masih memiliki prospek yang baik. Upaya tersebut diharapkan mendorong pergerakan ekonomi yang dimulai dari UMKM binaan BNI.



Pada program kedua, BNI berupaya mempercepat upaya restrukturisasi pada debitur yang terdampak penyebaran Covid-19. Sampai dengan 25 Juni 2020, BNI telah melakukan restrukturisasi terhadap 183.359 debitur UMKM dengan portepel senilai Rp24,3 Triliun.

Sejalan dengan PMK 65/2020, terkait program subsidi bunga bagi debitur yang terdampak penyebaran Covid-19, debitur BNI terdampak Covid-19 juga mendapat subsidi bunga dari pemerintah. Potensi debitur Non KUR yang akan mendapatkan subsidi bunga diperkirakan sebanyak 25.177 debitur dengan nilai subsidi bunga mencapai Rp314 Miliar.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top