Demi Pemulihan Ekonomi Nasional, BNI Siap Gelontorkan Kredit kepada UMKM
Selasa, 07 Juli 2020 - 18:36 WIB
loading...
foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Program pemulihan ekonomi nasional merupakan satu rangkaian program untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Program tersebut mencakup penempatan uang negara pada bank umum, program subsidi bunga bagi debitur yang terdampak Covid, serta program penjaminan kredit bagi debitur terdampak Covid-19.
Pada program pertama, BNI akan tetap menyalurkan kredit ke sektor riil di tengah pandemi Covid-19. Berbekal dana penempatan pemerintah yang diterima oleh BNI sebesar Rp5 triliun, BNI berkomitmen untuk dapat me-leverage dana tersebut sebanyak tiga kali dan menyalurkannya dalam bentuk kredit sebesar Rp15 triliun.
Mempertimbangkan bahwa pelaku UMKM paling terdampak dari adanya penyebaran Covid-19, maka BNI akan menyalurkan kredit kepada sektor itu. Penyaluran kredit kepada UMKM diutamakan kepada sektor padat karya, sehingga dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
Untuk dapat mendorong sektor riil, kredit UMKM BNI utamanya akan disalurkan berupa kredit usaha rakyat (KUR) sehingga dapat menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas. Sektor-sektor produktif seperti pertanian, industri, jasa, serta perdagangan menjadi sektor prioritas BNI.
Sektor pertanian dipandang sebagai sektor yang tahan terhadap penyebaran Covid-19. Kondisi itu mendorong BNI menggarap sektor ini secara serius, utamanya melalui pembiayaan secara clustering, menggarap value chain dari hulu hingga ke hilir, serta pengembangan teknologi smartfarming dengan menggandeng start-up di bidang tersebut. Keseriusan BNI dalam menggarap sektor pertanian tampak dari pertumbuhan kredit kecil di sektor ini yang mencapai 33,1% yoy. ( Baca juga:Rayakan HUT ke-74, BNI Ajak Perajin Wastra Go Online )
Pada program pertama, BNI akan tetap menyalurkan kredit ke sektor riil di tengah pandemi Covid-19. Berbekal dana penempatan pemerintah yang diterima oleh BNI sebesar Rp5 triliun, BNI berkomitmen untuk dapat me-leverage dana tersebut sebanyak tiga kali dan menyalurkannya dalam bentuk kredit sebesar Rp15 triliun.
Mempertimbangkan bahwa pelaku UMKM paling terdampak dari adanya penyebaran Covid-19, maka BNI akan menyalurkan kredit kepada sektor itu. Penyaluran kredit kepada UMKM diutamakan kepada sektor padat karya, sehingga dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional.
Untuk dapat mendorong sektor riil, kredit UMKM BNI utamanya akan disalurkan berupa kredit usaha rakyat (KUR) sehingga dapat menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas. Sektor-sektor produktif seperti pertanian, industri, jasa, serta perdagangan menjadi sektor prioritas BNI.
Sektor pertanian dipandang sebagai sektor yang tahan terhadap penyebaran Covid-19. Kondisi itu mendorong BNI menggarap sektor ini secara serius, utamanya melalui pembiayaan secara clustering, menggarap value chain dari hulu hingga ke hilir, serta pengembangan teknologi smartfarming dengan menggandeng start-up di bidang tersebut. Keseriusan BNI dalam menggarap sektor pertanian tampak dari pertumbuhan kredit kecil di sektor ini yang mencapai 33,1% yoy. ( Baca juga:Rayakan HUT ke-74, BNI Ajak Perajin Wastra Go Online )
Lihat Juga :