Tipe Masyarakat Ini Sering Terjebak Pinjaman Online Bodong
Selasa, 07 Juli 2020 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka tutup mata saja karena yakin bisa lolos dari kejaran debt collector. Biasanya mereka baru selamat bila OJK menutup aplikasi tersebut. Tapi kebiasaan seperti itu sudah menjadi kecanduan dan sulit dihilangkan," ujarnya.
(Baca Juga: Catat, Ini Ciri-ciri Fintech Ilegal dan Investasi Bodong )
Dalam beberapa kasus kliennya dia menemukan pasangan yang sampai berpisah. Pihak istri yang terjebak pinjaman dalam jumlah besar baru mengaku belakangan ke suaminya saat sudah genting. Namun juga tidak sedikit yang nyaris bercerai karena tidak terbuka dalam urusan keuangan.
"Banyak yang mulai mencoba meminjam karena gaya hidup yang salah. Itu sangat keliru karena meminjam tujuannya konsumtif dan bunganya juga sangat tinggi. Tidak benar seperti itu," ungkapnya.
Dalam kasus pinjaman online, dirinya tidak akan pernah memberikan saran tersebut kepada yang awam. Terlebih bagi klien yang punya hobi belanja. Kerap kali orang akan menjadi candu setelah pertama merasakan. Bagi yang sudah terjebak, dia akan menyarankan untuk menyelesaikan secepatnya.
"Bila sudah sangat besar jumlahnya sebaiknya cari penyelesaian dengan sumber dana dari pihak keluarga. Itu salah satu opsi terbaik. Bila belum pernah, jangan sekalipun mencoba," terangnya.
Penasihat Keuangan Eko Endarto juga menilai ada beberapa tipe masyarakat yang meminjam pada pinjaman online bodong. Menurutnya ada beberapa kemungkinan; pertama karena tidak mengetahui dan kurang informasi, kedua sangat butuh dan aksesnya terbatas selain kepada pinjaman online.
(Baca Juga: Catat, Ini Ciri-ciri Fintech Ilegal dan Investasi Bodong )
Dalam beberapa kasus kliennya dia menemukan pasangan yang sampai berpisah. Pihak istri yang terjebak pinjaman dalam jumlah besar baru mengaku belakangan ke suaminya saat sudah genting. Namun juga tidak sedikit yang nyaris bercerai karena tidak terbuka dalam urusan keuangan.
"Banyak yang mulai mencoba meminjam karena gaya hidup yang salah. Itu sangat keliru karena meminjam tujuannya konsumtif dan bunganya juga sangat tinggi. Tidak benar seperti itu," ungkapnya.
Dalam kasus pinjaman online, dirinya tidak akan pernah memberikan saran tersebut kepada yang awam. Terlebih bagi klien yang punya hobi belanja. Kerap kali orang akan menjadi candu setelah pertama merasakan. Bagi yang sudah terjebak, dia akan menyarankan untuk menyelesaikan secepatnya.
"Bila sudah sangat besar jumlahnya sebaiknya cari penyelesaian dengan sumber dana dari pihak keluarga. Itu salah satu opsi terbaik. Bila belum pernah, jangan sekalipun mencoba," terangnya.
Penasihat Keuangan Eko Endarto juga menilai ada beberapa tipe masyarakat yang meminjam pada pinjaman online bodong. Menurutnya ada beberapa kemungkinan; pertama karena tidak mengetahui dan kurang informasi, kedua sangat butuh dan aksesnya terbatas selain kepada pinjaman online.
Lihat Juga :