Dikejar Embargo Penuh Eropa, Minyak Mentah Rusia Mengalir Deras lewat Laut

Selasa, 08 November 2022 - 07:40 WIB
loading...
Dikejar Embargo Penuh...
Pengiriman minyak mentah Rusia melalui jalur laut melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan pada pekan lalu sebelum sanksi penuh Uni Eropa (UE) dimulai. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Pengiriman minyak mentah Rusia melalui jalur laut melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan pada pekan lalu. Hal itu karena waktu yang relatif singkat bagi kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Baltik dan Arktik untuk mencapai tujuan utama sebelum sanksi penuh Uni Eropa (UE) dimulai.

Baca Juga: India Pesta Minyak Rusia, Impor dari Timur Tengah Jatuh ke Level Terendah

Kargo yang dikirim dari Rusia naik menjadi 3,6 juta barel per hari, atau posisi tertinggi sejak awal Juni. Sementara rata-rata empat minggu yang kurang stabil juga mengalami kenaikan untuk mencapai level terbesar sejak Agustus.

Inggris telah mengikuti jejak UE dalam melarang perusahaannya menyediakan asuransi dan layanan lain bagi kapal yang membawa minyak mentah Rusia. Kecuali kargo yang dibeli dengan harga di bawah batas yang belum disepakati yang ditetapkan oleh koalisi negara-negara G-7 dan Australia.

Baca Juga: Minyak Rusia Membanjiri Pelabuhan Asia, Menumpuk di Lepas Pantai Singapura dan Malaysia

Penetapan batas harga seperti larangan UE, dijadwalkan bakal mulai berlaku pada 5 Desember 2022. London merupakan pasar penting asuransi untuk urusan pengangkutan minyak. Asuransi dan ganti rugi melindungi perusahaan dari beragam risiko termasuk tumpahan minyak.

Inggris juga merupakan rumah bagi International Group of P&I Clubs, sebuah organisasi bersama dari seluruh dunia yang mencakup 95% armada kapal tanker untuk asuransi. Inggris akan mengeluarkan keringanan untuk kontrak pengiriman minyak Rusia yang ditandatangani sebelum 5 Desember dan dikirim sebelum 19 Januari, sejalan dengan pendekatan Amerika Serikat (AS).

Peningkatan terbesar, baik dalam hal volume maupun persentase, yakni pengiriman dari terminal Arktik Murmansk. Dibutuhkan kapal lebih lama untuk mencapai tujuan di Asia dari Murmansk daripada dari terminal di Baltik atau Laut Hitam.

Lompatan itu dapat mencerminkan upaya menggejot volume pengiriman sebelum sanksi UE mencegah kapal-kapal blok itu mengangkut minyak mentah Rusia dan melarang penyediaan asuransi dan layanan lainnya ke seluruh armada dunia.

Kapal-kapal yang membawa minyak mentah Rusia juga menjadi lebih cerdik tentang tujuan mereka. Lebih banyak kapal meninggalkan pelabuhan Rusia, tanpa memberikan signal pada pelabuhan pembuangan akhir.

Secara khusus, telah terjadi peningkatan besar lalu lintas kapal dengan tujuan Port Said atau Terusan Suez. Di sisi lain terjadi penurunan volume pada kapal tanker yang menunjukkan mereka sedang menuju ke India. Kemungkinan besar sebagian besar kapal-kapal ini akan mulai memberi sinyal kepada pelabuhan India begitu mereka melewati kanal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Rekomendasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved