Konflik China-India Makin Panas, Bagaimana Nasib Indonesia?

Rabu, 08 Juli 2020 - 09:05 WIB
loading...
A A A
Sedangkan dengan India, Indonesia sangat berkepentingan dalam memasarkan kelapa sawit. Pasar sawit India menjadi penting setelah adanya hambatan ekspor ke Uni Eropa dan menurunnya ekspor ke China akibat wabah virus corona. Selain meningkatkan ekspor sawit ke India, sebagai timbal baliknya Indonesia juga akan meningkatkan komoditas impornya seperti gula, daging kerbau, bawang putih sampai suku cadang kendaraan bermotor.

Dalam lima tahun terakhir, neraca perdagangan Indonesia dengan India menunjukan tren positif. Neraca perdagangan setiap tahun berkisar pada angka USD7-10 miliar, Perdagangan kedua negara didominasi sektor nonmigas.

Tahun lalu, perdagangan migas tercatat minus USD90,71 juta dan sektor nonmigas mencatat USD7,58 miliar. Total neraca perdagangan tahun itu mencapai USD7,49 miliar.

Komoditas yang berpengaruh banyak dalam perdagangan tersebut salah satunya crude palm oil (CPO). Pada 2017 lalu, CPO menguasai 32,48 persen dari total ekspor Indonesia ke India. Pada 2018, India merupakan importir CPO terbesar dari Indonesia. Dari total ekspor CPO Indonesia, India menjadi negara tujuan terbesar dengan 61,24 persen atau 4.011.713 ton.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industry (Kadin) bidang Hubungan Internasional, Sinta Widjaja Kamdani, berpendapat dampak konflik China-India terhadap ekonomi Indonesia tergantung pada empat hal. Pertama, seberapa jauh China dan India mengembargo atau merstriksi kegiatan ekonomi bilateral mereka.

Kedua, seberapa jauh restriksi tersebut efektif menciptakan kekosongan pasar di China maupun di India. “Perlu ditekankan di sini bahwa baik China dan India adalah ekonomi dengan production scale & production base yang jauh lebih besar dari Indonesia sehingga bisa saja mereka self-sufficient dengan hanya meningkatkan investasi domestik terhadap production capacity-nya ketika pasarnya kehilangan produk asal China atau asal India,” ujarnya kepada SINDOnews, Selasa (7/7) kemarin.

Alhasil untuk Indonesia sendiri, seberapa jauh bisa meningkatkan daya saing produk ekspor nasional di pasar China & India di antara para supplier domestik dan internasional lain yang ada di negara tersebut untuk mengisi kekosongan pasokan yang ditinggalkan oleh China maupun India di negara masing-masing.

Dan terakhir, bagaimana kemampuan Indonesia meningkatkan daya saing iklim investasi nasional di antara negara-negara kompetitor di ASEAN untuk menarik investasi asal China, India atau negara lain yang tadinya memiliki production base di China/India untuk berinvestasi di Indonesia.
(rza)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Rekomendasi
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Meritokrasi di TNI,...
Meritokrasi di TNI, Kapuspen: Jabatan Tak Ditentukan seperti Urut Kacang Tapi Kompetensi
Berita Terkini
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs China: 38 Tahun Tanpa Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved