Menggali dan Memaksimalkan Potensi Kerja Sama Indonesia-Filipina
Selasa, 15 November 2022 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, sejak menjabat sebagai Ketua DPD pada 2009-2016 dia mendorong investasi asing untuk berkontrubusi di berbagai sektor di 34 provinsi di Indonesia.
“McKinsey memprediksi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia dalam satu dekade mendatang. Lembaga pemeringkat internasional lainnya telah membuat proyeksi serupa. Proyeksi tersebut telah memperkuat kepercayaan investor,”paparnya.
Pada International Business Forum ini juga dibahas berbagai tantangan pasca-pandemi Covid-19 di dunia usaha, serta upaya solusi terbaik menghadapinya. "ASEAN harus pulih dengan kuat bersama-sama, dan pulih secara berkelanjutan. Itu sebabnya kita berkumpul di sini untuk bertukar pandangan dan mencari solusi untuk melakukannya," ungkap pria asal Sumatera Barat itu.
Dengan bangkit lebih kuat, ekonomi akan makin baik. Irman menyebutkan, Indonesia memiliki torehan penting terkait bangkit dari pandemi. “Ketika Covid-19 berada pada puncaknya, FDI Indonesia dari beberapa negara Asia meningkat secara substansial. Itulah yang dilakukan investor dari Singapura, China, Hong Kong, dan Korea Selatan dalam ribuan proyek."
Irman mengingatkan, pada saat pasar Eurasia terganggu, pasar Eropa dan Amerika terguncang, ASEAN adalah pilihan yang aman. Dan sekarang adalah waktu terbaik untuk membangkitkan interaksi bisnis dan ekonomi di kawasan. "Karena setelah tahun 2030 pasar ASEAN akan terdiri dari 750 juta orang dengan PDB kumulatif sebesar USD6,6 triliun, dan nilai perdagangan lebih dari USD4,5 triliun. Ini akan menjadi kenyataan hanya dalam satu dekade dari sekarang," tegas pria lulusan University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat ini.
“Pada saat itu ASEAN akan menjadi pasar terbesar ketiga di dunia setelah China dan India, dan menjadi kelompok ekonomi terbesar ke-6 dunia; juga grup perdagangan terbesar ke-4 secara global. Dan Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan pasar ASEAN, baik dari sisi produksi maupun konsumsi,” sambungnya.
Sementara itu, Congressman Lordan Suan, yang hadir pada International Business Forum tersebut mengungkapkan Filipina terutama kawasan Cagayan de Oro, Mindanao juga membutuhkan investasi dari negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia.
“McKinsey memprediksi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia dalam satu dekade mendatang. Lembaga pemeringkat internasional lainnya telah membuat proyeksi serupa. Proyeksi tersebut telah memperkuat kepercayaan investor,”paparnya.
Pada International Business Forum ini juga dibahas berbagai tantangan pasca-pandemi Covid-19 di dunia usaha, serta upaya solusi terbaik menghadapinya. "ASEAN harus pulih dengan kuat bersama-sama, dan pulih secara berkelanjutan. Itu sebabnya kita berkumpul di sini untuk bertukar pandangan dan mencari solusi untuk melakukannya," ungkap pria asal Sumatera Barat itu.
Dengan bangkit lebih kuat, ekonomi akan makin baik. Irman menyebutkan, Indonesia memiliki torehan penting terkait bangkit dari pandemi. “Ketika Covid-19 berada pada puncaknya, FDI Indonesia dari beberapa negara Asia meningkat secara substansial. Itulah yang dilakukan investor dari Singapura, China, Hong Kong, dan Korea Selatan dalam ribuan proyek."
Irman mengingatkan, pada saat pasar Eurasia terganggu, pasar Eropa dan Amerika terguncang, ASEAN adalah pilihan yang aman. Dan sekarang adalah waktu terbaik untuk membangkitkan interaksi bisnis dan ekonomi di kawasan. "Karena setelah tahun 2030 pasar ASEAN akan terdiri dari 750 juta orang dengan PDB kumulatif sebesar USD6,6 triliun, dan nilai perdagangan lebih dari USD4,5 triliun. Ini akan menjadi kenyataan hanya dalam satu dekade dari sekarang," tegas pria lulusan University of Bridgeport, Connecticut, Amerika Serikat ini.
“Pada saat itu ASEAN akan menjadi pasar terbesar ketiga di dunia setelah China dan India, dan menjadi kelompok ekonomi terbesar ke-6 dunia; juga grup perdagangan terbesar ke-4 secara global. Dan Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan pasar ASEAN, baik dari sisi produksi maupun konsumsi,” sambungnya.
Sementara itu, Congressman Lordan Suan, yang hadir pada International Business Forum tersebut mengungkapkan Filipina terutama kawasan Cagayan de Oro, Mindanao juga membutuhkan investasi dari negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia.
Lihat Juga :