Harga Gandum Dunia Turun, Semoga Ngaruh ke Harga Gorengan dan Mi Instan
Rabu, 16 November 2022 - 11:59 WIB
loading...
Harga gandum dunia turun usai ada kesepakan dagangan di Laut Hitam. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Harga gandum mengalami penurunan di bursa berjangka setelah Rusia diperkirakan akan memperpanjang kembali kesepakatan dagang, termasuk ekspor komoditas biji-bijian di Laut Hitam.
Baca juga:Awas, Harga Biji-bijian dan Daging di Asia-Pasifik Berpotensi Naik
Pasar tampak merespons positif tanda-tanda kemajuan dari pembicaraan sejumlah otoritas untuk mengaktifkan kembali kesepakatan ekspor biji-bijian Ukraina dan sejumlah pasokan pertanian dari Rusia. Kabar ini berimbas terhadap penurunan harga gandum di bursa berjangka Amerika Serikat dan Eropa.
Data mencatat kontrak gandum teraktif di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 1,33% di USD8,07 per gantang. Sedangkan di Eropa, harga gandum Desember di Euronext merosot 1,7% menjadi EUR318,50 per ton.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Selasa kemarin (15/11/2022) mengatakan telah berkomunikasi dengan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kesepakatan dagang. Lavrov menyebut Rusia diminta oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk membuka pembatasan ekspor biji-bijian dan pupuk.
Baca juga:Awas, Harga Biji-bijian dan Daging di Asia-Pasifik Berpotensi Naik
Pasar tampak merespons positif tanda-tanda kemajuan dari pembicaraan sejumlah otoritas untuk mengaktifkan kembali kesepakatan ekspor biji-bijian Ukraina dan sejumlah pasokan pertanian dari Rusia. Kabar ini berimbas terhadap penurunan harga gandum di bursa berjangka Amerika Serikat dan Eropa.
Data mencatat kontrak gandum teraktif di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 1,33% di USD8,07 per gantang. Sedangkan di Eropa, harga gandum Desember di Euronext merosot 1,7% menjadi EUR318,50 per ton.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Selasa kemarin (15/11/2022) mengatakan telah berkomunikasi dengan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kesepakatan dagang. Lavrov menyebut Rusia diminta oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk membuka pembatasan ekspor biji-bijian dan pupuk.
Lihat Juga :