Bersamaan dengan IA-CEPA Ada AHKFTA, Wamendag Jerry Sambuaga: Ini Prestasi
Rabu, 08 Juli 2020 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia sendiri selama ini merupakan eksportir produk-produk hasil tambang dan kerajinan ke Hongkong. Beragam produk perhiasan, batu bara, emas, peralatan komunikasi, sarang burung walet, elektronik hingga produk tembakau adalah andalah ekspor Indonesia ke Hongkong. Sedangkan impor utama Indonesia dari Hong Kong adalah peralatan komunikasi, emas, rambut palsu, tekstil & produk tekstil serta produk besi.
Dalam sektor jasa, Hong Kong memberikan komitmen pembebasan masuknya jasa bisnis, jasa komunikasi, jasa konstruksi, jasa keuangan, jasa pariwisata dan jasa transportasi dengan rata-rata kepemilikan modal asing mencapai 100%. Sebagai imbal balik, Indonesia memberikan komitmen liberalisasi pada sektor jasa konstruksi, jasa keuangan non-bank dan jasa pariwisata dengan partisipasi kepemilikan modal asing sebesar 49-51%.
“Dilihat dari struktur perjanjiannya, ini sangat menjanjikan. Tinggal sekarang bagaimana kita memanfaatkannya. AHKFTA ini baik untuk ekspansi bisnis maupun untuk menggairahkan ekonomi dalam negeri. Pengusaha Indonesia bisa berekspansi bisnis dengan kepemilikan 100% di Hongkong, sebaliknya di dalam negeri, para pelaku usaha kita bisa bermitra dengan pengusaha Hongkong untuk menggairahkan investasi di sektor keuangan dan sektor riil. Ada kemudahan untuk mendapatkan bahan baku dari aspek tariff. Jadi (AHKFTA) ini akan memudahkan industri manufaktur dan UMKM juga untuk lebih punya daya saing ” Imbuh Jerry.
AHKFTA adalah perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Hongkong yang memungkinkan Indonesia mengakses pasar Hong Kong dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Perjanjian ini telah dibahas dalam serangkaian perundingan selama beberapa tahun. Meskipun negara kecil, tetapi Hong Kong adalah salah satu pusat industri jasa utama di dunia.
Dalam sektor jasa, Hong Kong memberikan komitmen pembebasan masuknya jasa bisnis, jasa komunikasi, jasa konstruksi, jasa keuangan, jasa pariwisata dan jasa transportasi dengan rata-rata kepemilikan modal asing mencapai 100%. Sebagai imbal balik, Indonesia memberikan komitmen liberalisasi pada sektor jasa konstruksi, jasa keuangan non-bank dan jasa pariwisata dengan partisipasi kepemilikan modal asing sebesar 49-51%.
“Dilihat dari struktur perjanjiannya, ini sangat menjanjikan. Tinggal sekarang bagaimana kita memanfaatkannya. AHKFTA ini baik untuk ekspansi bisnis maupun untuk menggairahkan ekonomi dalam negeri. Pengusaha Indonesia bisa berekspansi bisnis dengan kepemilikan 100% di Hongkong, sebaliknya di dalam negeri, para pelaku usaha kita bisa bermitra dengan pengusaha Hongkong untuk menggairahkan investasi di sektor keuangan dan sektor riil. Ada kemudahan untuk mendapatkan bahan baku dari aspek tariff. Jadi (AHKFTA) ini akan memudahkan industri manufaktur dan UMKM juga untuk lebih punya daya saing ” Imbuh Jerry.
AHKFTA adalah perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Hongkong yang memungkinkan Indonesia mengakses pasar Hong Kong dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Perjanjian ini telah dibahas dalam serangkaian perundingan selama beberapa tahun. Meskipun negara kecil, tetapi Hong Kong adalah salah satu pusat industri jasa utama di dunia.
(ars)
Lihat Juga :