Pesanan Sepatu Nike hingga Adidas Terjun Bebas, 25.700 Karyawan Kena PHK
Kamis, 17 November 2022 - 10:02 WIB
loading...
A
A
A
Eddy pun telah menemui pihak Nike, Reebok, dan Adidas. Hasilnya, manajemen ketiga merek tersebut mengaku sedang dalam masa tersulit. Pasalnya, selama 30 tahun mereka berbisnis belum pernah sekalipun mengalami kesulitan penjualan.
"Di dalam pertemuan kita dengan orang Nike, Reebok, dan Adidas, mereka mengatakan 30 tahun mereka bisnis, tidak pernah sekalipun mengalami kesulitan penjualan kecuali tahun ini. Stok produk mereka di negara tujuan ekspor masih sangat besar sehingga menurunkan pemesanan dari pabrik-pabrik di Indonesia," terang dia.
"Padahal, selama 30 tahun berbisnis merek-merek tersebut tidak pernah menurunkan order di bawah 10%. Bahkan setiap tahun, ketiga merek itu menaikkan pesanan hingga 10-30%," imbuhnya.
Baca juga: Usai Didepak Adidas, Kekayaan Musisi Kanye West Ambles jadi Rp6,2 T
Menurut Eddy, kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Dia menyebut penurunan pesanan juga terjadi di negara-negara pengekspor alas kaki lainnya seperti Vietnam dan China.
Eddy bilang, kedua negara tersebut kini mengajukan kepada pemerintahnya supaya bisa dilakukan pengurangan jam kerja dari yang semula 40 jam kerja per minggu menjadi 25-30 jam.
"Di dalam pertemuan kita dengan orang Nike, Reebok, dan Adidas, mereka mengatakan 30 tahun mereka bisnis, tidak pernah sekalipun mengalami kesulitan penjualan kecuali tahun ini. Stok produk mereka di negara tujuan ekspor masih sangat besar sehingga menurunkan pemesanan dari pabrik-pabrik di Indonesia," terang dia.
"Padahal, selama 30 tahun berbisnis merek-merek tersebut tidak pernah menurunkan order di bawah 10%. Bahkan setiap tahun, ketiga merek itu menaikkan pesanan hingga 10-30%," imbuhnya.
Baca juga: Usai Didepak Adidas, Kekayaan Musisi Kanye West Ambles jadi Rp6,2 T
Menurut Eddy, kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Dia menyebut penurunan pesanan juga terjadi di negara-negara pengekspor alas kaki lainnya seperti Vietnam dan China.
Eddy bilang, kedua negara tersebut kini mengajukan kepada pemerintahnya supaya bisa dilakukan pengurangan jam kerja dari yang semula 40 jam kerja per minggu menjadi 25-30 jam.
Lihat Juga :