Harga Minyak Mendidih Tersulut Isu Kenaikan Produksi OPEC

Selasa, 22 November 2022 - 10:27 WIB
loading...
Harga Minyak Mendidih Tersulut Isu Kenaikan Produksi OPEC
Harga minyak mentah dunia hari ini naik. Ilustrasi Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah atau crude oil pada pagi hari ini menguat. Hal ini merespons bantahan Arab Saudi terkait kabar yang menyebut mereka tengah mendiskusikan rencana peningkatan pasokan dengan organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya.

Data perdagangan Intercontinental Exchange (ICE) hingga pukul 09:25 WIB mencatat harga minyak Brent kontrak Januari tumbuh 0,43% di USD87,83 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) menguat 0,35% di USD80,32 per barel.

Pada sesi sebelumnya, harga kedua kontrak ini sempat anjlok lebih dari USD5 per barel setelah sebuah laporan dari Wall Street Journal menyebut Arab Saudi mengusulkan peningkatkan pasokan hingga 500.000 barel per hari di pertemuan OPEC pada 4 Desember mendatang.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh ke Level Terendah, Sentuh USD80 per Barel

Namun, Saudi resmi menyampaikan bantahan. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menegaskan, mereka masih bertahan dengan kebijakan pemangkasan produksi dan tidak ada bahasan seputar peningkatan produksi minyak dengan produsen minyak OPEC lainnya, sebagaimana dilaporkan kantor berita negara SPA.

Sebelumnya, OPEC telah memangkas target produksi mereka pada bulan ini dengan mengatakan bahwa kelompok itu akan tetap berhati-hati pada produksi minyak yang dipicu ketidakpastian ekonomi global, dillansir Reuters, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: China Laporkan Lebih Banyak Kematian Akibat COVID-19

Dari daratan China, peningkatan kasus Covid-19 masih menjadi perhatian para pelaku pasar. Pemerintah Negeri Tirai Bambu telah membuat sejumlah kebijakan pembatasan baru demi mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien, setelah sebelumnya diumumkan terdapat satu pasien yang meninggal akibat virus mematikan itu.

Adapun pembatasan mobilitas di China dapat meningkatkan persediaan minyak, sekaligus memukul permintaan bahan bakar, mengingat negara beribu kota di Beijing itu merupakan salah satu konsumen minyak terbesar dunia.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2398 seconds (10.55#12.26)