Rayuan Perusahaan Teknologi ke Mantan Staf Twitter: Tidak Suka Musk? Bekerja untuk Kami!
Kamis, 24 November 2022 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi kritik publik terhadap Musk menyoroti permintaan yang kuat di beberapa bagian industri untuk pekerja digital yang sangat terampil.
Sebuah laporan baru-baru ini dari perusahaan analisis pasar Gartner menemukan tingkat gesekan yang tinggi dan serentetan upaya digitalisasi di seluruh bisnis dan pemerintah telah menciptakan pasar "hiper-kompetitif" untuk talenta teknis.
Baca Juga: Elon Musk Mulai Rekrut Insinyur Baru untuk Bangun Twitter 2.0
Pengurangan tenaga kerja secara massal dan gelombang pengunduran diri di Twitter telah memicu kekhawatiran perusahaan bakal kehilangan staf penting dan khawatir dapat menghadapi masalah teknis.
Michael Weening, CEO perusahaan cloud dan perangkat lunak AS Calix (CALX. N), menggambarkan peristiwa baru-baru ini di Twitter sebagai "gangguan", dan berjanji kepada rekrutan baru bahwa mereka akan menikmati budaya perusahaan yang "dimulai dengan anggota tim kami" dalam posting Linkedin yang serupa.
"Dari sudut pandang kami, ini adalah kesempatan besar. Budaya beracun membuat orang berkata, 'Tidak lagi," kata Weening kepada Reuters.
Sebuah laporan baru-baru ini dari perusahaan analisis pasar Gartner menemukan tingkat gesekan yang tinggi dan serentetan upaya digitalisasi di seluruh bisnis dan pemerintah telah menciptakan pasar "hiper-kompetitif" untuk talenta teknis.
Baca Juga: Elon Musk Mulai Rekrut Insinyur Baru untuk Bangun Twitter 2.0
Pengurangan tenaga kerja secara massal dan gelombang pengunduran diri di Twitter telah memicu kekhawatiran perusahaan bakal kehilangan staf penting dan khawatir dapat menghadapi masalah teknis.
Michael Weening, CEO perusahaan cloud dan perangkat lunak AS Calix (CALX. N), menggambarkan peristiwa baru-baru ini di Twitter sebagai "gangguan", dan berjanji kepada rekrutan baru bahwa mereka akan menikmati budaya perusahaan yang "dimulai dengan anggota tim kami" dalam posting Linkedin yang serupa.
"Dari sudut pandang kami, ini adalah kesempatan besar. Budaya beracun membuat orang berkata, 'Tidak lagi," kata Weening kepada Reuters.
(akr)
Lihat Juga :