Minyak Mentah Dunia Terdongkrak di Tengah Rencana Pembatasan Harga Minyak Rusia

Jum'at, 25 November 2022 - 09:38 WIB
loading...
Minyak Mentah Dunia...
Harga minyak dunia menanjak naik pada awal perdagangan Jumat (25/11), memangkas kerugian minggu ini di tengah ekspektasi pembatasan harga tinggi yang direncanakan oleh negara-negara G7 pada minyak Rusia. Foto/Dok
A A A
MELBOURNE - Harga minyak dunia menanjak naik pada awal perdagangan Jumat (25/11/2022), memangkas beberapa kerugian minggu ini yang telah didorong oleh kekhawatiran tentang permintaan China. Ditambah ekspektasi pembatasan harga tinggi yang direncanakan oleh negara-negara G7 pada minyak Rusia akan menjaga pasokan tetap mengalir.

Dilansir Reuters hari ini, minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional naik 13 sen atau 0,2% hingga diperdangkan pada posisi USD85,47 per barel.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Mengubah Wajah Perdagangan Minyak Global

Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 35 sen yang setara 0,5% menjadi USD78,32 per barel dari penutupan hari Rabu. Pasalnya tidak ada penutupan WTI pada hari Kamis karena liburan Thanksgiving di AS.

Kedua kontrak menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut, pada jalur pelemahan sekitar 2% seiring kekhawatiran tentang pelonggaran pasokan yang ketat.

Diplomat G7 dan Uni Eropa telah membahas batas harga minyak Rusia antara USD65 dan USD70 per barel, dengan tujuan membatasi pendapatan untuk mendanai serangan militer Moskow di Ukraina tanpa mengganggu pasar minyak global.

"Pasar menganggap (batas harga) terlalu tinggi dengan risiko Moskow membalas," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan kepada klien.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengatakan, Moskow tidak akan memasok minyak dan gas ke negara manapun yang bergabung dalam memberlakukan batasan harga, yang ditegaskan Kremlin pada hari Kamis.

Baca Juga: Jualan Minyak Mentah Laris Manis, Rusia Kantongi Rp2,32 Triliun Hanya dalam 7 Hari

ANZ juga mengatakan ada sinyal bahwa lonjakan kasus COVID-19 di China sebagai importir minyak top dunia, mulai memukul permintaan bahan bakar. Menyiratkan permintaan minyak sekitar 13 juta barel per hari, atau 1 juta bpd lebih rendah dari rata-rata.

"Ini tetap menjadi sentimen bagi permintaan minyak yang dikombinasikan dengan kelemahan dalam dolar AS, menciptakan latar belakang negatif untuk harga minyak," kata ANZ dalam catatan komoditas secara terpisah.

Para pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati menjelang kesepakatan tentang batasan harga, yang akan mulai berlaku pada 5 Desember, mendatang ketika larangan UE terhadap minyak mentah Rusia juga rsmi dimulai. Sentimen lainnya yakni menjelang pertemuan berikutnya dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu, yang dikenal sebagai OPEC +, pada 4 Desember.

Pada Oktober, OPEC+ setuju untuk mengurangi target outputnya sebesar 2 juta barel per hari hingga 2023, dan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman dikutip minggu ini mengatakan, bahwa OPEC+ siap untuk memotong output lebih lanjut jika diperlukan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Rossa Umumkan Asuh Anak...
Rossa Umumkan Asuh Anak Perempuan, Warganet Ikut Terharu
Berita Terkini
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Lebih dari 20.000 ATM...
Lebih dari 20.000 ATM Terhubung, Layanan Tarik Tunai Gratis Dorong Inklusi Keuangan Masyarakat
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved