Bukan cuma Urusan Ekonomi, Ini Alasan Rusia Bergantung pada BRICS

Senin, 28 November 2022 - 21:00 WIB
loading...
Bukan cuma Urusan Ekonomi, Ini Alasan Rusia Bergantung pada BRICS
Para pemimpin negara BRICS. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Forum bisnis internasional BRICS beranggotakan lima negara yang memiliki ekonomi cukup kuat. Kelima negara tersebut adalah Brasil, Rusia , India, China, dan Afrika Selatan (atau South Africa).

Baca juga: Mengenal BRICS, Pesaing G7 yang Membuat Amerika Geram

Forum ini dibentuk pada tahun 2001 dengan nama BRIC, sebelum keikutsertaan Afrika Selatan. Pada KTT yang ketiga tahun 2011, Afrika Selatan diterima secara resmi sebagai anggota, sehingga nama BRIC ditambahkan huruf S (mengacu pada South Africa) menjadi BRICS.

BRICS diharapkan dapat berfungsi sebagai mekanisme global alternatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial. Salah satu negara anggotanya, India, memandang BRICS sebagai upaya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru bagi masyarakatnya. Selain itu pula, demi pengentasan kemiskinan dan pencapaian kepentingan nasional India.

Melansir Jurnal Kebangsaan (2015) bertajuk ‘Perkembangan BRICS (Brazil, Russia, India, China, and South Africa) Dalam Kancah Ekonomi Politik Global’, disebutkan bahwa negara-negara anggota BRICS sangat berusaha untuk menciptakan lingkungan internasional yang damai dan lantang mempromosikan demokrasi, serta kesetaraan dalam hubungan internasional.

Tentu langkah itu bertentangan dengan mental saat Perang Dingin yang sangat konfrontatif. Adapun sasaran strategis BRICS adalah untuk membangun keseimbangan dunia yang demokratis dalam sistem multipolar dan memastikan PBB berperan secara sentral dalam isu dunia.

Sebagai negara emerging market berpengaruh, produk domestik bruto (PDB) BRICS mencapai 23,2% dari total PDB global pada 2018. Berdasarkan Bank Dunia pada 2019, BRICS mewakili 41% populasi dunia dan dan lebih dari 16% saham perdagangan dunia.

Sementara bagi Rusia, BRICS bukan sekadar urusan ekonomi semata. William Pomeranz dalam tulisannya kepada CNN menyebutkan bahwa BRICS memberikan perlindungan geopolitik kepada Rusia.

Diketahui, BRICS memiliki visi yang sama dengan Rusia, yakni tentang dunia multipolar dengan penawaran meningkatkan prospek perdagangan multilateral di antara anggotanya. Apalagi, China, yang notabene merupakan negara kuat, tergabung di dalamnya.

Karenanya BRICS menjadi sebuah konsep yang amat penting, bahkan berharga untuk Rusia. Dari kelima negara anggota, Rusia merupakan negara yang paling merasakan imbas krisis ekonomi global. Pasalnya, ekspor dan impor gas beserta minyak bumi sangat tergantung pada besarnya permintaan dari negara-negara di Uni Eropa.

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP Dokter Spesialis dan Subspesialis Telah Dibuka, Ini Linknya

Rusia pernah menjadi Presidensi BRICS pada Mei 2015 dengan mengedepankan lima prioritas. Prioritas tersebut adalah memperkuat perdamaian dan keamanan internasional, peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan ekonomi, memfasilitasi kerja sama keuangan multilateral dan reformasi sistem keuangan internasional, memperluas kerja sama sosial negara anggota, serta memperluas interaksi kemanusiaan. Di BRICS sendiri, Rusia fokus pada eksploitasi sumber daya alamnya secara besar-besaran.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3017 seconds (10.177#12.26)