Kurs Rupiah Bisa Tembus Rp16.000/USD, Luhut: Bukan karena Ekonomi Indonesia Tidak Bagus

Rabu, 30 November 2022 - 12:53 WIB
loading...
Kurs Rupiah Bisa Tembus Rp16.000/USD, Luhut: Bukan karena Ekonomi Indonesia Tidak Bagus
Menko Luhut Binsar Pandjaitan menekankan, jika kurs rupiah melemah hinga Rp16.000 per dollar AS (USD), bukan karena ekonomi RI jelek. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menekankan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih bagus di tengah bayang-bayang resesi global . Menurutnya jika kurs rupiah melemah hinga Rp16.000 per dollar AS (USD), bukan karena ekonomi RI jelek.

Baca Juga: Indonesia dan Ancaman Resesi Global

Menurut Luhut, penurunan rupiah tersebut dikarenakan adanya tekanan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Dia mengatakan hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi seluruh dunia akan terpengaruh hal itu.

"Karena bagaimanapun pressure dari The Fed akan berpengaruh ke berbagai negara manapun, tapi kita terpengaruh relatif kecil," kata Menko Luhut dalam acara Wealth Wisdom 2022 di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

"Jadi kalaupun nanti ada yang sampaikan The Fed kalau masih tekan, tapi kayaknya enggak lagi. Jika sampai Rp16 ribu, oke, kita akan adjust lagi pelan-pelan ke bawah, jadi semua managable. Semua by design, bukan karena ekonomi kita tidak bagus, tidak," tambahnya.

Baca Juga: Rayuan Maut Luhut Berhasil Lobi CATL untuk Investasi Rp550,47 Triliun di Indonesia

Luhut mengatakan, bahwa perekonomian Indonesia saat ini masih dalam kondisi yang baik. Dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 mencapai 5,7%. Dengan kondisi tersebut, Luhut menyakini bahwa masih banyak orang yang akan berinvestasi di Indonesia.

"Terus terang saja, saya makan sama pengusaha-pengusaha Tiongkok ini saya bilang ngapain kamu taruh duit kamu di Singapura. Taruh aja disini di Indonesia, kan bagus. Jawabannya we will do it atau kami akan lakukan itu dan itu akan memperkuat tadi perbankan kita dan juga ekonomi kita," bebernya.

(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2064 seconds (11.210#12.26)