MNC Group (BHIT) Tancap Gas untuk Memenangkan Persaingan
Kamis, 01 Desember 2022 - 08:03 WIB
loading...
A
A
A
PT MNC Land Tbk (KPIG) yang merupakan investasi Perseroan di bidang entertainment hospitality, terus mengembangkan sejumlah proyek unggulan, salah satunya KEK MNC Lido City sebagai Integrated Tourism Destination. Saat ini, spot yang menjadi prioritas pembangunan yaitu lapangan golf 18-hole berstandar World Championship serta Lido Music & Arts Center (keduanya akan dibuka pada H1-2023), Lido World Garden, Lido Lake Resort Extension, dan MNC Park. Park Hyatt Jakarta yang baru mulai beroperasi pada 8 Juli 2022, berhasil memborong beberapa penghargaan bergengsi, antara lain The Best Luxury Hotel Development dari PropertyGuru Indonesia Property Awards ke-8, serta The Best New Luxury Hotel dan The Best Newcomer Bar
dari Exquisite Awards 2022. Dari ajang tersebut juga, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, mengantongi dua penghargaan The Best Upscale Hotel dan The Best Dessert & Pastry. Ditambah lagi, The Westin Resort Nusa Dua, Bali dipercaya menjadi venue perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20/B20 tahun ini. Hal-hal di atas membuktikan eksistensi bisnis Perseroan di kancah internasional.
BHIT baru-baru ini juga resmi memiliki 44,1% PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), seiring dengan berakhirnya periode Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau Rights Issue) IATA pada 18 November 2022. Sebagai pilar bisnis terbaru yang bergabung di bawah MNC Group, sektor energi yang dikembangkan IATA bermula setelah mengakuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR) yang mengelola 8 Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan total area seluas 72.478 Ha. Hingga akhir September 2022, IATA telah memproduksi lebih dari 3 juta MT, lebih tinggi 64,1% dari produksi batu bara tahun lalu.
Menargetkan produksi sebanyak 10 juta MT pada 2023, jumlah tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya cadangan terbukti hasil eksplorasi, yang diyakini setidaknya mencapai 600 juta MT untuk semua IUP. Ke depannya, MNC Group optimis kontribusi IATA akan memberikan dampak signifikan pada pendapatan, EBITDA, dan laba bersih Perseroan.
"Restrukturisasi bisnis digital di sektor media dan jasa keuangan sudah memasuki tahap final, dan pariwisata sudah bangkit. Ditambah konsolidasi IATA yang baru saja menjadi pilar terbaru dari BHIT, akan memberikan tambahan signifikan bagi pendapatan Perseroan mulai November 2022. Tetapi kami tidak akan lengah. Semua lini bisnis MNC Group terus mempertajam strategi bisnis dan memastikan eksekusi berjalan tepat untuk memposisikan diri sebagai market leader di masing-masing sektor. Menginjak akhir tahun 2022, produktivitas tiap unit bisnis makin ditingkatkan. Sebagai Presiden Direktur, saya terlibat langsung dalam meningkatkan kinerja dan berkomitmen untuk mengangkat MNC Asia Holding ke level yang lebih tinggi dengan inovasi produk dan layanan yang tepat," tutur Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, di Jakarta, Kamis (1/12/2022).
Setelah berganti nama menjadi PT MNC Asia Holding Tbk, BHIT secara konsisten memaksimalkan potensi teknologi di setiap lini usaha serta merealisasikan strategi-strategi bisnisnya dengan efektif dan efisien. Integrasi dan sinergi ekosistem MNC Group tetap menjadi prioritas, karena Perseroan masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang. Di samping itu, kemitraan strategis dengan berbagai pihak kelas dunia terus digencarkan untuk semakin memperluas ekosistem dan menambah nilai produk dan layanan Perseroan, sehingga dapat memenangkan persaingan.
dari Exquisite Awards 2022. Dari ajang tersebut juga, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, mengantongi dua penghargaan The Best Upscale Hotel dan The Best Dessert & Pastry. Ditambah lagi, The Westin Resort Nusa Dua, Bali dipercaya menjadi venue perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20/B20 tahun ini. Hal-hal di atas membuktikan eksistensi bisnis Perseroan di kancah internasional.
BHIT baru-baru ini juga resmi memiliki 44,1% PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), seiring dengan berakhirnya periode Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau Rights Issue) IATA pada 18 November 2022. Sebagai pilar bisnis terbaru yang bergabung di bawah MNC Group, sektor energi yang dikembangkan IATA bermula setelah mengakuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR) yang mengelola 8 Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan total area seluas 72.478 Ha. Hingga akhir September 2022, IATA telah memproduksi lebih dari 3 juta MT, lebih tinggi 64,1% dari produksi batu bara tahun lalu.
Menargetkan produksi sebanyak 10 juta MT pada 2023, jumlah tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya cadangan terbukti hasil eksplorasi, yang diyakini setidaknya mencapai 600 juta MT untuk semua IUP. Ke depannya, MNC Group optimis kontribusi IATA akan memberikan dampak signifikan pada pendapatan, EBITDA, dan laba bersih Perseroan.
"Restrukturisasi bisnis digital di sektor media dan jasa keuangan sudah memasuki tahap final, dan pariwisata sudah bangkit. Ditambah konsolidasi IATA yang baru saja menjadi pilar terbaru dari BHIT, akan memberikan tambahan signifikan bagi pendapatan Perseroan mulai November 2022. Tetapi kami tidak akan lengah. Semua lini bisnis MNC Group terus mempertajam strategi bisnis dan memastikan eksekusi berjalan tepat untuk memposisikan diri sebagai market leader di masing-masing sektor. Menginjak akhir tahun 2022, produktivitas tiap unit bisnis makin ditingkatkan. Sebagai Presiden Direktur, saya terlibat langsung dalam meningkatkan kinerja dan berkomitmen untuk mengangkat MNC Asia Holding ke level yang lebih tinggi dengan inovasi produk dan layanan yang tepat," tutur Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, di Jakarta, Kamis (1/12/2022).
Setelah berganti nama menjadi PT MNC Asia Holding Tbk, BHIT secara konsisten memaksimalkan potensi teknologi di setiap lini usaha serta merealisasikan strategi-strategi bisnisnya dengan efektif dan efisien. Integrasi dan sinergi ekosistem MNC Group tetap menjadi prioritas, karena Perseroan masih memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang. Di samping itu, kemitraan strategis dengan berbagai pihak kelas dunia terus digencarkan untuk semakin memperluas ekosistem dan menambah nilai produk dan layanan Perseroan, sehingga dapat memenangkan persaingan.
(nng)
Lihat Juga :