alexametrics

215 Negara Krisis Corona, Jokowi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh Minus

loading...
215 Negara Krisis Corona, Jokowi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh Minus
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II akan minus di angka 3,8%. Foto/Dok
A+ A-
PALANGKA RAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II akan minus di angka 3,8%. Hal ini terjadi akibat pandemi corona yang berkepanjangan dan terus meningkat, tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan tetapi juga merambat hingga perekonomian nasional.

"Ini saya berikan contoh saja, urusan ekonomi dulu. Kuartal I, pertumbuhan kita hanya muncul di angka 2,97. Di kuartal II kita perkirakan sudah berada di minus, growth kita minus 3,8 kurang lebih, ini baru prediksi karena hitung-hitungannya belum keluar," ucapnya saat mengunjungi Posko Penanganan Covid-19 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

(Baca Juga: Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Tumbuh Minus di Semester I-2020)

Jokowi menuturkan, Indonesia tidak sendirian mengalami krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi corona. Menurutnya masih ada 215 negara lainnya yang mengalami nasib serupa. "215 negara mengalami hal yang sama dan mengalami kesulitan yang sama," tukas dia.



Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, berdasarkan informasi dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD, sejumlah negara maju lainnya juga turut terbentur persoalan ekonomi.

(Baca Juga: Jokowi Wanti-Wanti, Kita Harus Ngeri dengan Kontraksi Ekonomi Dunia)



"Coba kita lihat, informasi terakhir yang kita terima dari OECD, prediksi untuk peetumbuhan ekonomi global yang sebelumnya minus 2,5 kemudian dirubah lagi karena ini dinamis sekali, menjadi minus 5. Sekarang sudah ganti lagi minus 6 sampai minus 7,6, hati-hati," imbuhnya. (Lihat grafis: Pandemi Covid-19 Mempercepat Proses Disrupsi di Berbagai Sektor)

"Di eropa misalnya, Inggris diperkirakan tahun ini akan minus 15,4%, Jerman berada diangka 11,2% minus, Prancis diperkirakan akan minus 17,2%, Jepang minus 8%. Hati-hati," pungkasnya.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top