215 Negara Krisis Corona, Jokowi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh Minus
Kamis, 09 Juli 2020 - 19:29 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II akan minus di angka 3,8%. Foto/Dok
A
A
A
PALANGKA RAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II akan minus di angka 3,8%. Hal ini terjadi akibat pandemi corona yang berkepanjangan dan terus meningkat, tidak hanya menimbulkan krisis kesehatan tetapi juga merambat hingga perekonomian nasional.
"Ini saya berikan contoh saja, urusan ekonomi dulu. Kuartal I, pertumbuhan kita hanya muncul di angka 2,97. Di kuartal II kita perkirakan sudah berada di minus, growth kita minus 3,8 kurang lebih, ini baru prediksi karena hitung-hitungannya belum keluar," ucapnya saat mengunjungi Posko Penanganan Covid-19 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Tumbuh Minus di Semester I-2020 )
Jokowi menuturkan, Indonesia tidak sendirian mengalami krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi corona. Menurutnya masih ada 215 negara lainnya yang mengalami nasib serupa. "215 negara mengalami hal yang sama dan mengalami kesulitan yang sama," tukas dia.
Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, berdasarkan informasi dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD, sejumlah negara maju lainnya juga turut terbentur persoalan ekonomi.
"Ini saya berikan contoh saja, urusan ekonomi dulu. Kuartal I, pertumbuhan kita hanya muncul di angka 2,97. Di kuartal II kita perkirakan sudah berada di minus, growth kita minus 3,8 kurang lebih, ini baru prediksi karena hitung-hitungannya belum keluar," ucapnya saat mengunjungi Posko Penanganan Covid-19 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Tumbuh Minus di Semester I-2020 )
Jokowi menuturkan, Indonesia tidak sendirian mengalami krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi corona. Menurutnya masih ada 215 negara lainnya yang mengalami nasib serupa. "215 negara mengalami hal yang sama dan mengalami kesulitan yang sama," tukas dia.
Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, berdasarkan informasi dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD, sejumlah negara maju lainnya juga turut terbentur persoalan ekonomi.
Lihat Juga :