Alfamart, Perusahaan Inklusi Bagi Penyandang Disabilitas
Sabtu, 03 Desember 2022 - 08:50 WIB
loading...
Alfamart memperkokoh komitmennya untuk menjadi perusahaan yang inklusif. Foto: Doc. Alfamart
A
A
A
Bertepatan dalam momen Hari Disabilitas Internasional 2022 yang diperingati tiap tanggal 3 Desember, Alfamart memperkokoh komitmennya untuk menjadi perusahaan yang inklusif.
Alfamart sebagai perusahaan inklusi mengajak seluruh karyawan untuk aktif dalam memahami, menerima dan menghargai perbedaan. Sehingga tercipta hubungan yang kolaboratif, suportif dan saling menghormati. Termasuk kepada penyandang disabilitas.
Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu mengungkapkan, “Setiap orang pasti memiliki kemampuan atau kapabilitas yang bisa diterapkan di dunia profesional, pun dengan penyandang disabilitas, mereka punya potensi itu.”
Sejak tahun 2016 Alfamart mulai aktif memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas bergabung menjadi karyawan melalui program Alfability. Dengan fokus pada kemampuannya (ability), Alfamart menempatkan penyandang disabilitas sesuai persyaratan kompetensi bidang pekerjaannya.
“Saat lingkungan kerja yang inklusif ini tercipta harmonis, maka setiap orang akan berkarya dengan kemampuan terbaiknya, tidak lagi memandang kekurangan. Dengan begitu produktivitas maksimal pun akan tercapai. Karena kita semua sama,” tambah Sunu.
Alfamart sebagai perusahaan inklusi mengajak seluruh karyawan untuk aktif dalam memahami, menerima dan menghargai perbedaan. Sehingga tercipta hubungan yang kolaboratif, suportif dan saling menghormati. Termasuk kepada penyandang disabilitas.
Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu mengungkapkan, “Setiap orang pasti memiliki kemampuan atau kapabilitas yang bisa diterapkan di dunia profesional, pun dengan penyandang disabilitas, mereka punya potensi itu.”
Sejak tahun 2016 Alfamart mulai aktif memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas bergabung menjadi karyawan melalui program Alfability. Dengan fokus pada kemampuannya (ability), Alfamart menempatkan penyandang disabilitas sesuai persyaratan kompetensi bidang pekerjaannya.
“Saat lingkungan kerja yang inklusif ini tercipta harmonis, maka setiap orang akan berkarya dengan kemampuan terbaiknya, tidak lagi memandang kekurangan. Dengan begitu produktivitas maksimal pun akan tercapai. Karena kita semua sama,” tambah Sunu.
Lihat Juga :