Setahun Usia Merger BUMN Perikanan, Ini Sederet Capaiannya
Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:00 WIB
loading...
Sederet capaian BUMN perikanan setelah di merger pemerintah. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memutuskan untuk melakukan merger PT Perikanan Indonesia (Persero) dan PT Perikanan Nusantara (Persero) sejak 2 Desember 2021 silam. Lalu bagaimana progres kinerja industri perikanan Tanah Air, usai kedua BUMN perikanan itu digabungkan.
Direktur Utama Perikanan Indonesia, Sigit Muhartono mengaku dengan penggabungan BUMN perikanan satu tahun yang lalu harus memberikan nilai positif baik bagi pemegang saham, manajemen, karyawan, masyarakat dan industri perikanan.
Dia menyebut sepanjang satu tahun Perikanan Indonesia terus berbenah dan bertransformasi menjadi perusahaan yang mampu menciptakan ekosistem perikanan berkelanjutan dari hulu hingga hilir. "Kami sudah bertransformasi dalam satu tahun ini. Dan kami berkomitmen terus bertransformasi di tahun-tahun berikutnya untuk menjadi perusahaan perikanan terbesar pada tahun 2026 sesuai visi perusahaan,” ujar Sigit, Sabtu (3/12/2022).
Baca Juga: Erick Thohir Bubarkan 173 Anak dan Cucu BUMN, Segini Sisanya
Dalam perjalanan bisnis pasca merger, Perikanan Indonesia mampu melakukan transformasi kinerja keuangan dengan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) dari semula negatif menjadi positif. Perseroan juga menorehkan hasil ekspor yang gemilang ke beberapa negara tujuan. Pertama, ekspor gurita dari Unit Simeulue ke Jepang yang rutin dilakukan setiap bulannya dengan volume 15 ton setiap ekspor.
Direktur Utama Perikanan Indonesia, Sigit Muhartono mengaku dengan penggabungan BUMN perikanan satu tahun yang lalu harus memberikan nilai positif baik bagi pemegang saham, manajemen, karyawan, masyarakat dan industri perikanan.
Dia menyebut sepanjang satu tahun Perikanan Indonesia terus berbenah dan bertransformasi menjadi perusahaan yang mampu menciptakan ekosistem perikanan berkelanjutan dari hulu hingga hilir. "Kami sudah bertransformasi dalam satu tahun ini. Dan kami berkomitmen terus bertransformasi di tahun-tahun berikutnya untuk menjadi perusahaan perikanan terbesar pada tahun 2026 sesuai visi perusahaan,” ujar Sigit, Sabtu (3/12/2022).
Baca Juga: Erick Thohir Bubarkan 173 Anak dan Cucu BUMN, Segini Sisanya
Dalam perjalanan bisnis pasca merger, Perikanan Indonesia mampu melakukan transformasi kinerja keuangan dengan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) dari semula negatif menjadi positif. Perseroan juga menorehkan hasil ekspor yang gemilang ke beberapa negara tujuan. Pertama, ekspor gurita dari Unit Simeulue ke Jepang yang rutin dilakukan setiap bulannya dengan volume 15 ton setiap ekspor.
Lihat Juga :