Minat Investor terhadap Saham Teknologi Masih Tinggi

Senin, 05 Desember 2022 - 14:50 WIB
loading...
Minat Investor terhadap Saham Teknologi Masih Tinggi
IPO saham sektor teknologi masih diminati. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal saat ini semakin tinggi, terutama di sektor teknologi. Makanya, setiap penawaran umum perdana saham atau intitial public offering ( IPO ) saham teknologi, umumnya mendapat antusiasme yang tinggi dari investor.

Baca juga: BEI Bidik 57 Emiten Baru IPO Tahun Depan, Ada Anak BUMN

Antusias yang tinggi tersebut juga dialami oleh salah satu perusahaan teknologi yang pada hari ini, Senin 5 Desember 2022, melakukan pencatatan saham perdana di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE). NINE menjadi emiten ke-55 yang listed di BEI pada tahun 2022.

R.A. Wisnu Widodo dan Ateng Effendi Irawan, penjamin emisi PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Elite Sukses Sekuritas, mengungkapkan masa IPO NINE telah berjalan dengan lancar dan antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap perusahaan teknologi tersebut.

Masa penawaran umum yang berlangsung selama 4 hari yang dimulai pada 28 November 2022 hingga 1 Desember 2022 itu mendapat sambutan positif dan telah terjadi oversubscribed sebanyak 3,81 kali dari total saham IPO NINE, atau oversubscribed sebanyak 5,55 kali dari porsi pooling.

Keduanya pun sepakat bahwa tingginya minat masyarakat terhadap IPO NINE karena keyakinan mereka terhadap pertumbuhan dan prospek usaha perseroan ke depan. Pasalnya, perusahaan saat ini terus melakukan proses pengembangan managed service, aplikasi kesehatan, aplikasi pendidikan, dan juga terus memperkuat layanan aplikasi custom.

Saat IPO perseroan menawarkan sebanyak 432.000.000 (empat ratus tiga puluh dua juta) saham baru atau sebesar 20,03% dari seluruh total modal disetor penuh. Saham baru tersebut ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp75 per saham sehingga jumlah keseluruhan dana IPO yang terkumpul sebesar Rp32.4 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk sekitar 52,66% akan digunakan sebagai modal kerja perseroan guna mendukung pengembangan kegiatan usaha seperti pembelian barang dagangan dan persediaan barang, biaya penyelenggaraan pelatihan maupun operasional kantor.

Sekitar 32.09% akan digunakan untuk pembukaan sebanyak kurang lebih 19 service point beserta sarana pendukungnya yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Sekitar 15,25% akan digunakan untuk pembelian gudang penyimpanan (ruang stok barang) serta sebagai ruang penunjang operasional.

Direktur Utama NINE Heddy Kandou mengatakan dengan alokasi penggunaan dana tersebut, Heddy yakin perseroan akan membukukan pertumbuhan yang semakin baik di masa yang akan datang. Selain itu, perseroan memiliki manajemen yang berpengalaman di bidang industri teknologi informasi lebih dari 15 tahun.

Baca juga: Laksdya TNI Amarulla Octavian Dinilai Layak Jadi KSAL karena Paham Geopolitik Kawasan

"Kami juga memiliki pengalaman dalam merencanakan dan mengeksekusi strategi-strategi usaha serta memahami seluk beluk pasar serta perilaku konsumen, sehingga Perseroan dapat Menyusun strategi penjualan dan pemasaran produk dan jasa yang tepat, efektif dan efisien," tandas Heddy, dalam keterangannya, Senin (5/12/2022).

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3113 seconds (10.177#12.26)