Terusik Isu Perlambatan Ekonomi dan Resesi, Wall Street Dibuka Menukik

Rabu, 07 Desember 2022 - 22:46 WIB
loading...
Terusik Isu Perlambatan Ekonomi dan Resesi, Wall Street Dibuka Menukik
Wall Street dibuka melemah. Ilustrasi Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Tiga indeks Wall Street hari ini dibuka turun terseret kebangkitan ancaman resesi. Sejumlah raksasa keuangan Amerika Serikat (AS) menggemakan lagi isu perlambatan ekonomi sebagai tantangan makro ekonomi yang dapat berdampak terhadap sendi kehidupan masyarakat.

Dow Jones Industrial Average turun 0,16% menjadi 33.542,35, S&P 500 merosot 0,22% di 3.932,46, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,41% di level 10.969,40. Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah indeks S&P 500 di antaranya Tesla, Amazon.com, dan Apple.

Tiga top gainers ditempati oleh SolarEdge Technologies Inc menguat 6,52%, Campbell Soup menanjak 4,06%, dan Enphase melejit 2,17%. Sedangkan top losers diduduki oleh M&T Bank turun 8,05%, Brown Forman merosot 4,17%, dan Welltower tertekan 3,56%.

Beberapa pejabat eksekutif dari perusahaan keuangan AS seperti Goldman Sachs Group Inc (GS.N), JPMorgan Chase & Co (JPM.N), dan Bank of America Corp (BAC.N) menyatakan bahwa inflasi akan mengikis daya beli konsumen, sementara resesi ringan berpotensi terjadi ke depan.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Inflasi Akhir Tahun Bisa Capai 5,5%

Kekhawatiran atas resesi yang dipicu kenaikan suku bunga agresif bank sentral AS Federal Reserve AS atau The Fed sebelumnya telah menekan indeks S&P 500 (SPX) selama empat sesi beruntun.

"Ekspektasi (atas resesi) mulai terurai sedikit karena pasar menyadari bahwa The Fed mungkin harus mempertahankan suku bunga mereka pada tingkat yang lebih tinggi lebih lama dari yang diharapkan dan ini membawa tekanan terhadap pasar," kata analis Glenmede di Philadelphia Jason Pride, dilansir Reuters, Rabu (7/12/2022).

Baca juga: Wall Street Dibuka Terkoreksi, Pasar Menanti Kepastian Suku Bunga

Sementara itu, indeks volatilitas CBOE yang juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, naik ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir. Ini menandai adanya kekhawatiran di kalangan pelaku pasar modal.

Investor melihat peluang sebesar 91% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga acuan utamanya sebesar 50 basis poin pada bulan ini, sebagaimana tersaji dalam indikator Fedwatch.

Ke depan pasar masih akan menunggu sejumlah data makro seperti indeks harga produsen dan survei sentimen konsumen dari Universitas Michigan pada pekan ini. Adapun The Fed diagendakan akan memutuskan kebijakan suku bunganya pada 14 Desember mendatang.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3352 seconds (10.177#12.26)