Wall Street Dibuka Terkoreksi, Pasar Menanti Kepastian Suku Bunga

Selasa, 06 Desember 2022 - 23:59 WIB
loading...
Wall Street Dibuka Terkoreksi, Pasar Menanti Kepastian Suku Bunga
Wall Street dibuka melemah. Ilustrasi Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Tiga indeks Wall Street hari ini terkoreksi pada pembukaan perdagangan, melanjutkan awal pekan yang buruk. Pelaku pasar modal Amerika Serikat (AS) tengah menanti kepastian ihwal pelonggaran kebijakan moneter bank sentral AS The Fed yang diharapkan dapat mengurangi laju suku bunganya pekan depan.

Dow Jones Industrial Average turun 0,07% menjadi 33.923,57, S&P 500 merosot 0,08% di 3.996,10, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,01% di level 11.238,61. Komponen saham yang teraktif diperdagangkan di bawah indeks S&P 500 antara lain Amazon.com, Tesla, dan Apple.

Tiga top gainers ditempati oleh Textron menguat 7,58%, Warner Bros Discovery menanjak 3,05%, dan Estee Lauder menanjak 2,25%, sedangkan top losers diduduki oleh NRG turun 12,03%, Edward Lifesciences merosot 2,18%, dan Royal Caribbean Cruises tertekan 1,48%.

Baca juga: Wall Street Dibuka Loyo, Pelaku Pasar Tunggu Data Makro dan Suku Bunga

Sebelumnya, ketiga indeks ditutup melemah tajam pada Senin (5/12) usai data sektor non-manufaktur/jasa ISM lebih kuat dari yang diperkirakan. Hal ini meningkatkan sinyal The Fed perlu untuk terus menaikkan suku bunga mereka sampai inflasi mencapai target.

The Fed dijadwalkan akan bertemu pekan depan, tepatnya pada 13 -14 Desember 2022, yang merupakan pertemuan terakhir mereka di tahun 2022.

Pasar tampak mengharapkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin dalam hajatan tersebut, jauh lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya 75 bps, sebagaimana tersaji dalam indikator Fedwatch.

"Investor masih berjuang membaca potensi laju suku bunga, meski sempat ada gambaran lebih lambat," kata Analis Cherry Lane Investments Rick Meckler, dilansir Reuters, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Tips MotionTrade: 5 Istilah dalam Pembagian Dividen Saham

Sepanjang pekan ini, pelaku pasar modal setia menantikan data PPI untuk mengukur lebih jauh kenaikan harga di tingkat produsen. Data PPI periode November yang diumumkan diperkirakan akan naik 7,2% secara tahunan (year on year/yoy), agak melambat dari 8% yoy pada Oktober.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1761 seconds (10.101#12.26)