Survei BI: Kinerja Penjualan Eceran Tumbuh Positif di November 2022

Jum'at, 09 Desember 2022 - 13:41 WIB
loading...
Survei BI: Kinerja Penjualan Eceran Tumbuh Positif di November 2022
Bank Indonesia memperkirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada November 2022. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada November 2022. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2022 yang tercatat sebesar 204,2 atau tumbuh positif sebesar 1,6% (yoy).

"Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan tumbuh sebesar 0,7% (mtm). Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Makanan, Minuman dan Tembakau, serta Peralatan Informasi dan Komunikasi diprakirakan mengalami perlambatan karena permintaan yang terbatas dan keadaan musim/cuaca yang kurang mendukung," ujar Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono, di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga: Jangan Salah Lagi, Begini Pengucapan QRIS yang Benar Menurut Bank Indonesia

Berdasarkan laporan, kinerja penjualan eceran yang tumbuh positif tersebut diperkirakan didorong oleh tetap kuatnya pertumbuhan subkelompok Sandang, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, serta Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Pada Oktober 2022, pertumbuhan penjualan eceran secara bulanan mengalami peningkatan. IPR Oktober 2022 tercatat tumbuh sebesar 2,3% (mtm), membaik dari bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 1,8% (mtm).

Perbaikan terjadi pada seluruh kelompok, didukung membaiknya Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang didorong kelancaran distribusi, diikuti Subkelompok Sandang yang didorong oleh program diskon yang diterapkan sejumlah ritel, dan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori sejalan dengan berkurangnya kontraksi.

Sementara itu, secara tahunan kinerja penjualan eceran juga tercatat tumbuh positif yang tercermin dari IPR Oktober 2022 sebesar 202,7 atau tumbuh positif sebesar 3,7% (yoy).

"Kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, di tengah penurunan kinerja Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya dan Suku Cadang dan Aksesoris, serta perlambatan subkelompok Sandang dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," jelas Erwin.

Baca Juga: Bank Indonesia Waspada, Puncak Suku Bunga The Fed Bisa Capai 6% di 2023

Dari sisi harga, responden memperkirakan tekanan inflasi Januari 2023 menurun kemudian April 2023 sedikit meningkat, sejalan dengan prakiraan penjualan. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Januari 2023 tercatat sebesar 138,0 menurun dari 146,0 pada bulan sebelumnya.

"Adapun IEH April 2023 tercatat sebesar 140,8, sedikit meningkat dari 140,7 pada bulan sebelumnya yang didorong kenaikan harga saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri," pungkas Erwin.

(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2346 seconds (10.177#12.26)