Hantu Resesi Membayangi, Awas! 6 Sektor Mulai Terkontraksi dan Berpotensi Terjadi PHK
Sabtu, 10 Desember 2022 - 16:27 WIB
loading...
Ekonom mengingatkan pemerintah perlu melakukan sejumlah langkah antisipasi resesi, mengingat 6 sektor mulai terkontraksi dan berpotensi terjadi gelombang PHK. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kondisi gejolak global yang penuh ketidakpastian masih berlanjut, membuat potensi resesi terus menghantui tidak terkecuali bagi Indonesia. Lantaran itu, ekonom mengingatkanpemerintah perlu melakukan sejumlah langkah antisipasi resesi, mengingat 6 sektor mulai terkontraksi dan berpotensi terjadi gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
"Pertama, percepat realisasi belanja pemerintah terutama dalam rangka 40% pengadaan barang jasa di isi produk lokal dan UMKM," ujar Ekonom sekaligus Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (10/12/2022).
Baca Juga: Badai PHK Terjang Perusahaan Startup, Ketahui Pengertian PHK dan Faktor Penyebabnya
Kedua, pemerintah harus menjaga stabilitas harga pangan terutama beras agar inflasi bisa terkendali di bawah 4%.
Ketiga, dia menyarankan pemerintah untuk melakukan relaksasi pajak khususnya penurunan tarif PPN untuk menstimulus belanja kelas menengah dan atas.
"Langkah keempat, BUMN perlu memperluas serapan tenaga kerja baru, misalnya merekrut para korban PHK di startup," tambahnya.
Baca Juga: Resesi Global Menghantui, Pemerintah Tetap Pede Ekonomi RI 2023 Tumbuh 5,3 Persen
Kemudian, yang kelima, pemerintah harus memberikan tambahan perlindungan sosial baik bansos dan BSU kepada pekerja yang rentan di-PHK.
"Jika dilihat, ada 6 sektor yang mulai terkontraksi dan berpotensi terjadi PHK, antara lain sektor pakaian jadi berorientasi ekspor, kehutanan dan penebangan kayu, industri kimia farmasi, industri rokok, industri furnitur, dan tanaman pangan," pungkas Bhima.
"Pertama, percepat realisasi belanja pemerintah terutama dalam rangka 40% pengadaan barang jasa di isi produk lokal dan UMKM," ujar Ekonom sekaligus Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (10/12/2022).
Baca Juga: Badai PHK Terjang Perusahaan Startup, Ketahui Pengertian PHK dan Faktor Penyebabnya
Kedua, pemerintah harus menjaga stabilitas harga pangan terutama beras agar inflasi bisa terkendali di bawah 4%.
Ketiga, dia menyarankan pemerintah untuk melakukan relaksasi pajak khususnya penurunan tarif PPN untuk menstimulus belanja kelas menengah dan atas.
"Langkah keempat, BUMN perlu memperluas serapan tenaga kerja baru, misalnya merekrut para korban PHK di startup," tambahnya.
Baca Juga: Resesi Global Menghantui, Pemerintah Tetap Pede Ekonomi RI 2023 Tumbuh 5,3 Persen
Kemudian, yang kelima, pemerintah harus memberikan tambahan perlindungan sosial baik bansos dan BSU kepada pekerja yang rentan di-PHK.
"Jika dilihat, ada 6 sektor yang mulai terkontraksi dan berpotensi terjadi PHK, antara lain sektor pakaian jadi berorientasi ekspor, kehutanan dan penebangan kayu, industri kimia farmasi, industri rokok, industri furnitur, dan tanaman pangan," pungkas Bhima.
(akr)
Lihat Juga :