Konon, Tahun Depan Bisnis Perkantoran Ada di Titik Terendah
Jum'at, 10 Juli 2020 - 18:37 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Corona yang menyerang Indonesia membuat tingkat hunian perkantoran di Jakarta turun drastis. Sebabnya, ada kebijakan bekerja di rumah (work from home/WFH) oleh beberapa perusahaan. Selain itu, pasokan perkantoran melebihi permintaan.
Senior Associate Director Colliers International Indonesia , Ferry Salanto, mengatakan selama enam bulan terakhir, tingkat hunian perkantoran terus menurun. Ada beberapa penyebab turunnya okupansi atau tingkat hunian perkantoran ini. Salah satunya adalah karena adanya kebijakan WFH.
"Memang tren tingkat hunian selama enam bulan terakhir terus menurun," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Menurut Ferry, secara umum okupansi perkantoran turun dari 83,5% menuju 82%. Diprediksi angka tingkat hunian perkantoran akan terus turun menyusul bertambahnya pasokan. ( Baca juga: Lima Faktor Ini Pengaruhi Bisnis Properti )
"Penyebabnya tidak lain karena memang suplai yang masuk ini tidak diimbangi jumlah penyerapannya. Jadi, okupansi turun dari 83,5% hanya jadi 82%," jelasnya.
Senior Associate Director Colliers International Indonesia , Ferry Salanto, mengatakan selama enam bulan terakhir, tingkat hunian perkantoran terus menurun. Ada beberapa penyebab turunnya okupansi atau tingkat hunian perkantoran ini. Salah satunya adalah karena adanya kebijakan WFH.
"Memang tren tingkat hunian selama enam bulan terakhir terus menurun," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Menurut Ferry, secara umum okupansi perkantoran turun dari 83,5% menuju 82%. Diprediksi angka tingkat hunian perkantoran akan terus turun menyusul bertambahnya pasokan. ( Baca juga: Lima Faktor Ini Pengaruhi Bisnis Properti )
"Penyebabnya tidak lain karena memang suplai yang masuk ini tidak diimbangi jumlah penyerapannya. Jadi, okupansi turun dari 83,5% hanya jadi 82%," jelasnya.
Lihat Juga :