alexametrics

Dorong Pemulihan Ekonomi, Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Bagi KUMKM Tasikmalaya

loading...
Dorong Pemulihan Ekonomi, Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Bagi KUMKM Tasikmalaya
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki berharap paket pelatihan dari pemerintah bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi UMKM di wilayah Tasikmalaya. Foto/Ist
A+ A-
TASIKMALAYA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) fokus melakukan upaya pendampingan dan penguatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya yang terdampak wabah Covid-19.

Pasalnya, wabah tersebut membuat sebagian besar pelaku UMKM termasuk koperasi mengalami masalah pada usaha yang dijalankannya lantaran permintaan atas produk-produknya anjlok.

Bahkan tak sedikit pelaku UMKM yang mulai memanfaatkan modal kerjanya untuk "menyambung nafas" agar bisnisnya tetap jalan. Hal ini sangat berisiko besar karena modal kerjanya dapat tergerus untuk kebutuhan konsumsi sehingga sangat mengancam keberlangsungan bisnisnya.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, untuk membantu UMKM pemerintah telah mengalokasikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus untuk sektor UMKM dan Koperasi dengan nilai mencapai Rp123,46 triliun.



Selain dukungan fiskal, pemerintah juga tetap memberikan dukungan berupa pelatihan peningkatan SDM dan juga pelatihan peningkatan kualitas produk UMKM agar bisa lebih berdaya saing serta berbagai dukungan lainnya. (Baca : Era Digitalisasi, Ini Peluang dan Tantangan bagi Para Pelaku UMKM)

"Kerjasama dengan pemerintah daerah dalam pelatihan akan selalu kita evaluasi mulai dari metode pelatihannya dan sebagainya. Mudah-mudahan paket pelatihan ini bisa menggerakkan ekonomi UMKM di wilayah Tasikmalaya. Kami tidak akan berhenti sampai ke pelatihan saja kalau ada UMKM yang mau ekspor kita juga akan urus, kita bangun trading house di Smesco Indonesia agar UMKM bisa terhubung ke market global," ujar Teten saat membuka paket pelatihan bagi pelaku Koperasi dan UMKM (KUMKM) di Hotel Horison, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/7/2020).



Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, Walikota Tasikmalaya, Drs H. Budi Budiman, Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman, Deputi SDM Kemenkop UKM, Arif Rahman dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB - KUMKM), Supomo. Paket pelatihan yang terdiri dari sembilan jenis ini diikuti oleh 340 pelaku KUMKM di wilayah Tasikmalaya.

Teten menyatakan, anggaran PEN untuk sektor KUMKM tersebut perlu dilakukan percepatan dalam penyalurannya. Dengan memanfaatkan dana PEN dipastikan beban KUMKM akan berkurang.

Dia berharap pelaku UMKM di wilayah Tasikmalaya dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah tersebut agar beban usaha bisa lebih ringan sehingga mereka bisa lebih fokus untuk memulihkan usahanya.

"Sejak pandemi banyak koperasi dan UMKM turun usahanya sehingga tidak mampu bayar cicilan ke bank atau BPR, nah sekarang pemerintah bantu restrukturisasi cicilan selama 6 bulan, pajak juga kita subsidi, kalau ada keperluan untuk modal kerja baru juga ada dana tersedia jadi silahkan ajukan saja," sambung Teten.

Selain fokus pada dukungan fiskal dan pelatihan peningkatan SDM bagi koperasi dan UMKM, pemerintah juga fokus melakukan bisnis matching dengan kelompok usaha yang lebih besar terutama dengan BUMN.

Dengan pangsa pasar yang terbuka lebar, maka secara otomatis akan menggerakkan roda perekonomian UMKM. Bahkan pemerintah menyatakan komitmennya untuk mengutamakan belanja barang dan jasa di UMKM terlebih dahulu.

"Selain pembiayaan ada solusi lain dari sisi demand, sebab kalau pembiayaan digelontorkan tapi demand turun akan jadi kredit macet. Kita lihat di belanja pemerintah ada Rp315 triliun yang bisa dialokasikan untuk belanja produk UMKM, makanya kita kerjasama dengan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) untuk buat e-katalog bagi UMKM," tuturnya.

Teten berharap agar UMKM di Tasikmalaya dapat lebih inovatif dan mampu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang ada. Kemudian juga diharapkan mereka bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memasarkan produknya secara online.

Kemenkop UKM akan memberikan bantuan pendampingan kepada UMKM agar bisa terhubung dengan marketplace. Cara jualan secara digital ini dinilai lebih efektif dan juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

"Meskipun UMKM terdampak kami mencatat masih ada yang bisa bertahan dan tumbuh, itu karena mereka terhubung ke ekosistem digital dan udah jualan di market place online. UMKM yang bertahan di era pandemi adalah yang melakukan adaptasi bisnisnya," pungkas Teten.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum, menyatakan apresiasi atas upaya pemerintah khususnya Kemenkop UKM yang konsisten melakukan pendampingan pelaku usaha UMKM.

Bahkan, saat ini kalangan santri di pondok pesantren juga sudah mulai digandeng dan dikenalkan dengan bisnis. Pasalnya, selama ini kalangan santri selalu dipinggirkan dan tidak pernah tersentuh program-program yang terkait dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Baca juga : Pemkab Bogor Sasar Pesantren Lokasi Rapid dan Swab Test Covid-19)
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top