Kabar Buruk Bagi Rusia, Kunjungan Xi Jinping ke Riyadh Mempererat Hubungan China-Arab Saudi
Jum'at, 16 Desember 2022 - 23:23 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Presiden AS Joe Biden mengunjungi Arab Saudi pada bulan Juni untuk mendorong OPEC meningkatkan produksi minyaknya, Arab Saudi memilih untuk mempertahankan produksinya tetap stabil.
Baca Juga: Diskon Gila-gilaan, China Borong Minyak Rusia
Hal itu memperkuat posisi Rusia, pada saat ekspor minyaknya dihujani sanksi karena perang Ukraina. Keputusan Arab Saudi membuat negara lain sulit untuk menolak minyak Rusia. Tak heran hal itu juga menyebabkan hubungan AS dan Saudi memburuk.
Rusia dan OPEC Berebut bisnis di China
Tetapi untuk kasus China, Arab Saudi dan Rusia berselisih. Sebelum menginvasi Ukraina, Rusia menjual sebagian besar minyaknya ke Eropa.
Kini saat pasar Benua Biru ditutup. China telah menjadi pelanggan minyak utama Rusia, dan telah mampu menyerap secara besar-besaran minyak diskon dari pemasok Rusia, yang tidak punya banyak pilihan selain menerima. Namun alternatifnya adalah memotong salah satu sumber pendapatan terpenting Kremlin.
Baca Juga: Diskon Gila-gilaan, China Borong Minyak Rusia
Hal itu memperkuat posisi Rusia, pada saat ekspor minyaknya dihujani sanksi karena perang Ukraina. Keputusan Arab Saudi membuat negara lain sulit untuk menolak minyak Rusia. Tak heran hal itu juga menyebabkan hubungan AS dan Saudi memburuk.
Rusia dan OPEC Berebut bisnis di China
Tetapi untuk kasus China, Arab Saudi dan Rusia berselisih. Sebelum menginvasi Ukraina, Rusia menjual sebagian besar minyaknya ke Eropa.
Kini saat pasar Benua Biru ditutup. China telah menjadi pelanggan minyak utama Rusia, dan telah mampu menyerap secara besar-besaran minyak diskon dari pemasok Rusia, yang tidak punya banyak pilihan selain menerima. Namun alternatifnya adalah memotong salah satu sumber pendapatan terpenting Kremlin.
Lihat Juga :