Pelaku UMKM Harus Go Digital, atau Malah Tertinggal
Jum'at, 10 Juli 2020 - 22:11 WIB
loading...
A
A
A
“Nah, ketika produk dan layanan UMKM tak tersedia pada fasilitas media sosial tersebut, maka sudah pasti akan tertinggal,” katanya.
Pada kesempatan sama, Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Ryan Kiryanto mengungkapkan, pengembangan digitalisasi dilakukan BNI untuk mendukung UMKM melalui program klaster berbasis tekonologi digital. Tujuannya, membantu percepatan penyaluran kredit ke nelayan dan petani, terutama dalam program kredit usaha rakyat (KUR).
"Terlihat pada portofolio penyaluran KUR BNI dengan skema klaster pada tahun 2019 yang telah mencapai Rp5,9 triliun yang menyentuh lebih dari 94 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia," kata Ryan.
Menurut Ryan, untuk UMKM yang berada di wilayah remote dengan keterbasatan infrastruktur teknologi informasi, tidak perlu khawatir. Sebab, problem itu sudah masuk agenda pemerintah dalam program digitalisasi ekonomi.
Pada kesempatan sama, Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Ryan Kiryanto mengungkapkan, pengembangan digitalisasi dilakukan BNI untuk mendukung UMKM melalui program klaster berbasis tekonologi digital. Tujuannya, membantu percepatan penyaluran kredit ke nelayan dan petani, terutama dalam program kredit usaha rakyat (KUR).
"Terlihat pada portofolio penyaluran KUR BNI dengan skema klaster pada tahun 2019 yang telah mencapai Rp5,9 triliun yang menyentuh lebih dari 94 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia," kata Ryan.
Menurut Ryan, untuk UMKM yang berada di wilayah remote dengan keterbasatan infrastruktur teknologi informasi, tidak perlu khawatir. Sebab, problem itu sudah masuk agenda pemerintah dalam program digitalisasi ekonomi.
(uka)
Lihat Juga :